HUT Provinsi Gorontalo

8 Profil Singkat Gubernur Gorontalo Sejak tahun 2001, Mulai dari Gubernur Definitif hingga Penjabat

Simak 8 profil singkat dari Gubernur Gorontalo yang pernah memimpin bumi serambi madinah ini. Mulai dari gubernur definitif hingga Penjabat Gubernur

|
Penulis: Redaksi | Editor: Prailla Libriana Karauwan
Kolase TribunGorontalo.com/Wikipedia
Daftar 3 sosok Gubernur Gorontalo definitif dari masa ke masa 

Saat itu, Gorontalo masih belum mempunyai apa-apa bahkan untuk PADnya saja hanya 850 juta.

Sehingga Tursandi pernah menggunakan uang pribadinya hanya untuk membiayai seluruh sistem operasional Provinsi Gorontalo saat itu.

Tursandi Alwi memang sosok yang sangat dikenal oleh masyarakat Gorontalo. Tak heran untuk mengenang jasanya, pada setiap HUT Provinsi Gorontalo ia selalu datang.

Tursandi memimpin Gorontalo dari 16 Februari 2001 hingga 12 September 2001.

Walaupun hanya menjabat tujuh bulan lamanya, namun jasa Tursandi Alwi patut dikenang.

2. Zudan Arif Fakrulloh

swdngvl;earbhe
Zudan Arif Fakrulloh, penjabat gubernur gorontalo perode2016-2017

Pria kelahiran tahun 1969 merupakan alumnus Universitas Diponegoro tahun 2001.

Sebelum menjabat menjadi Pj Gubernur Gorontalo, Zudan pernah menjadi Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Dirinya juga pernah menjadi dosen dan guru besar di Beberapa Universitas terkenal di Indonesia seperti di Universitas Indonesia.

Zudan menjadi Pj Gubernur Gorontalo sejak 28 Oktober 2016 -12 Mei 2017.

Terhitung tujuh bulan lamanya dirinya memimpin Provinsi Gorontalo.

Saat ini, Zudan Arif Fakrulloh dipercayakan kembali oleh Mendagri untuk memimpin Provinsi Sulawesi Selatan.

3. Hamka Hendra Noer

wsdjvgn;glaekbn;e
Hamka Hendra Noer Pj Gubernur Gorontalo.

Pria kelahiran Manado tahun 1968 ini merupakan alumnus Universitas Nasional Malaysia

Sebelum menjabat sebagai Pj Gubernur Gorontalo tahun 2022-2023, Hamka Hendra Noer pernah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bulog.

Hamka juga pernah menjadi dosen di sejumlah universitas di Indonesia.

Saat ini, Hamka menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Budaya Sportivitas Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

4. Ismail Pakaya

efnbgoe;nhbet
Hamka Hendra Noer saat bersalaman dengan Ismail Pakaya pasca pelantikan Pj Gubernur Gorontalo, Jumat (12/5/2023).

Seorang birokrat Indonesia yang lahir di Gorontalo tahun 1968, membuat Ismail Pakaya ketika ditunjuk oleh mendagri memimpin Gorontalo tahun 2023-2024 serasa pulang ke rumah.

Putra Gorontalo ini merupakan alumnus Universitas Tadulako dan Universitas Samratulangi.

Setelah lulus, Ismail diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu Dinas di Provinsi Sulawesi Tengah.

Ismail juga pernah bekerja di Pemerintahan Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato tahun 2000-2016.

Dirinya juga pernah bekerja sebagai pegawai tetap di Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2016.

Saat ini, Ismail menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Sosial, Budaya, Politik dan Kebijakan Publik Kementerian Ketenagakerjaan RI.

5. Mohammad Rudy Salahuddin

defgbnk.lae nh.tgh
Mohammad Rudy Salahuddin, sosok yang dijagokan jadi Pj Gubernur Gorontalo

Pria kelahiran 1968 ini merupakan alumnus di The George Washington University di tahun 2002.

Pria asal Jakarta ini pernah mengikuti pelatihan jabatan seperti achieving Leadership Excellence Course di London, Training Course on FDI Innovation, Change Management ad The Future of IPA's di London dan beberapa pelatihan lainnya.

Sebelum berlabuh ke Provinsi Serambi Madinah, Rudy pernah menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi di Jakarta.

Rudy juga Pernah mengisi beberapa jabatan penting di Kementerian Perekonomian seperti Deputi bidang koordinasi ekonomi kreatif, kewirausahaan dan daya saing koperasi dan usaha kecil dan menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Tak hanya itu, Rudy juga pernah mengisi beberapa jabatan di Bappenas seperti Kepala Subdirektorat Pos dan Telematika Bappenas.

Rudy juga pernah meraih penghargaan Satyalancana Karya Satya X tahun 2007 dan Satyalancana Karya Satya XX Tahun 2016 karena kesetiaannya terhadap negara serta kecakapannya dalam melaksanakan tugas sebagai PNS.

Rudy mulai menjabat sebagai Pj Gubernur Gorontalo sejak 17 Mei 2024.

Hari ini tepat 24 tahun Provinsi Gorontalo berdiri.

Wilayah yang memisahkan diri dari Sulawesi Utara sejak 2000 ini memiliki tonggak sejarah.

Secara geografis, Provinsi Gorontalo terletak pada 0º 19’ 00” - 1º57’ 00” Lintang Utara dan 121º 23’ 00” - 125º 14’ 00” Bujur Timur. 
Wilayah Gorontalo diapit Teluk Tomini di sebelah Selatan dan Laut Sulawesi Utara.

Sejarah Gorontalo 

Berdasarkan keterangan di laman resmi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Gorontalo menjelaskan, bahwa Gorontalo merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki sejarah panjang sejak ratusan tahun lalu.

Menurut sejarah, Jazirah Gorontalo terbentuk kurang lebih dari 400 tahun lalu, yang menjadikan kota ini sebagai salah satu kota tua di Sulawesi, selain Kota Makassar, Pare-pare dan Manado. 

Julukan “Serambi Madinah” untuk Kota Gorontalo ini sudah dimulai kisahnya sejak masa itu. 
Sebab, pada saat itu, Gorontalo dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur dari Ternate, Gorontalo, dan Bone.

Dengan seiring berjalannya waktu dan penyebaran agama Islam tersebut di sana, Gorontalo pun berubah menjadi pusat pendidikan dan perdangan masyarakat di wilayah sekitar. 

Di antaranya seperti Bolaang Mengondow (Sulawesi Utara), Buol Toli-Toli, Luwuk Banggai, Donggala (Sulawesi Tengah), bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara. 

Selain dikarenakan penyebaran agama Islam yang mendorong pendidikan dan perdagangan di sana berkembang, Gorontalo juga memiliki letak yang strategis terhadap Teluk Tomini (bagian selatan) dan Laut Sulawesi (bagian utara). 

Kedudukan Kota Kerajaan Gorontalo mulanya berada di Kelurahan Hulawa Kecamatan Telaga sekarang, tepatnya di pinggiran sungai Bolango.

Menurut Penelitian, pada tahun 1024 H, kota Kerajaan ini dipindahkan dari Keluruhan Hulawa ke Dungingi Kelurahan Tuladenggi Kecamatan Kota Barat sekarang. 

Kemudian dimasa Pemerintahan Sultan Botutihe kota Kerajaan ini dipindahkan dari Dungingi di pinggiran sungai Bolango, ke satu lokasi yang terletak antara dua kelurahan yaitu Kelurahan Biawao dan Kelurahan Limba B. 

Dengan letaknya yang stategis yang menjadi pusat pendidikan dan perdagangan serta penyebaran agama islam, maka pengaruh Gorontalo sangat besar pada wilayah sekitar, bahkan menjadi pusat pemerintahan yang disebut dengan Kepala Daerah Sulawesi Utara Afdeling Gorontalo yang meliputi Gorontalo dan wilayah sekitarnya seperti Buol ToliToli dan, Donggala dan Bolaang Mongondow. 

Sebelum masa penjajahan, keadaaan daerah Gorontalo berbentuk kerajaan-kerajaan yang diatur menurut hukum adat ketatanegaraan Gorontalo
Kerajaan-kerajaan itu tergabung dalam satu ikatan kekeluargaan yang disebut "Pohala'a".

Dengan hukum adat itu maka Gorontalo termasuk 19 wilayah adat di Indonesia. 

Antara agama dengan adat di Gorontalo menyatu dengan istilah "Adat bersendikan Syara' dan Syara' bersendikan Kitabullah". Pohala'a Gorontalo merupakan pohalaa yang paling menonjol diantara kelima pohalaa tersebut. 

Terinspirasi oleh semangat Hari Patriotik 23 Januari 1942, maka pada tanggal da bulan yang sama pada tahun 2000, rakyat Gorontalo yang diwakili oleh Dr. Ir. Nelson Pomalingo, MPd ditemani oleh Natsir Mooduto sebagai ketua Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Gorontalo Tomini Raya (P4GTR) serta sejumlah aktivis, atas nama seluruh rakyat Gorontalo mendeklarasikan berdirinya Provinsi Gorontalo, yang terdiri dari Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo terlepas dari Sulawesi Utara.

Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 10 tahun 1964 yang isinya adalah bahwa Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo merupakan wilayah administrasi dari Propinsi Sulawesi Utara. 

Kemudian, Provinsi Gorontalo secara resmi disahkan pemerintah pada tanggal 22 Desember tahun 2000 setelah melalui penetapan sidang paripurna DPR RI pada tanggal 5 Desember 2000. 

Setahun kemudian tepatnya tanggal 16 Februari 2001, Tursandi Alwi sebagai Penjabat Gubernur Gorontalo dilantik. Dengan dilantiknya gubernur pertama Gorontalo itu, sejak awal dibantuk hingga tahun 2015, peringatan Hari Lahir Provinsi Gorontalo diperingati setiap tanggal 16 Februari. 

Akhirnya setelah melalui perdebatan panjang, Pemerintah Provinsi Gorontalo secara resmi mengubah Hari Ulang Tahun Provinsi dari sebelumnya tanggal 16 Februari menjadi tanggal 5 Desember setelah disetujui oleh DPRD Provinsi Gorontalo pada sidang paripurna tanggal 19 Agustus 2015.

Daftar Gubernur Gorontalo definitif dari masa ke masa

  • 2001-2007: Fadel Muhammad 
  • 2007-2009: Fadel Muhammad 
  • 2009-2012: Gusnar Ismail
  • 2012-2017: Rusli Habibie
  • 2017-2022: Rusli Habibie

Asal usul nama Gorontalo 

1. Hulontalangio 

Asal usul nama Gorontalo disebutkan berasal dari kata “Hulontalangio”. Ini merupakan salah satu kerajaan, yang akhirnya dipersingkat menjadi “hulontalo”.

2. Hua Lolontalango 

Asal nama Gorontalo yang kedua adalah berasal dari kata “Hua Lolontalango”. 

Kata kedua ini memiliki arti orang-orang Gowa yang berjalan lalu lalang. 

3. Hulontalangi 

Kata berikutnya yang disebut menjadi cikal bakal nama Gorontalo adalah “Hulontalangi”, yang memiliki arti lebih mulai. 

4. Hulua Lo Tola 

Dalam versi lain, nama Gorontalo disebut berasal dari kata “Hulua Lo Tola” yang artinya tempat berkembangnya ikan gabus.

5. Pongotalo 

Asal usul nama Gorontalo berikutnya berasal dari kata “Pongolatalo” atau “Puhulatalo”, yang artinya tempat menunggu. 

6. Gunung Telu 

Kata “Gunung Telu” juga disebut-sebut sebagai asal usul nama Gorontalo, yang artinya tiga buah gunung. 

Sebab, menurut sejarah, ada tiga gunung purba di semenanjung Gorontalo, yaitu Gunung Malenggalila, Gunung Tilonggabila dan satu gung yang tidak bernama.

Keberadaan tiga gunung tersebut, ada yang mengatakan bahwa asal-usul nama Gorontalo diambil dari kata Huidu Totolu (Gunung Telu). 

7. Hunto 

Nama asal usul yang berikutnya adalah “Hunto”, artinya yakni sesuatu tempat yang senantiasi digenangi air. 

Dari banyaknya versi keyakinan di atas, asal usul nama Gorontalo tidak diketahui dengan pasti, namun jelas kata "hulondalo" hingga sekarang masih hidup dalam ucapan orang Gorontalo dan orang Belanda, karena kesulitan dalam mengucapkannya maka diucapkan dengan Horontalo dan bila ditulis menjadi Gorontalo.

(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved