Pilkada Kota Gorontalo
Gara-gara Pasutri 'Kesasar', TPS di Kota Barat Gorontalo Ini Nyaris Potensi Pemungutan Suara Ulang
Salah satu tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo nyaris berpotensi pemungutan suara ulang (PSU).
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-02-21_dipastikan-tidak-ada-pemungutan-suara-ulang-PSU-di-Pohuwato.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Salah satu tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo nyaris berpotensi pemungutan suara ulang (PSU).
Hal ini dikarenakan insiden pasangan suami istri (pasutri) kesasar atau salah masuk TPS.
Menurut Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Barat, Jefri Idrus, kejadian berlangsung di TPS 5 Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat.
Kala itu, pasutri mendatangi TPS.
Sekilas tidak ada yang aneh dari kedatangan pasutri tersebut.
Bahkan, satu di antaranya sudah menggunakan hak pilihnya.
Namun kejanggalan baru diketahui manakala seorang wanita tidak diperbolehkan mencoblos oleh petugas KPPS.
Sontak wanita itu tak terima karena dirinya dilarang menggunakan hak pilih.
"Kalau saya tidak bisa, kenapa suami saya bisa?" kata Jefri menirukan perkataan warga tersebut.
Rupanya, pasutri itu merupakan warga Kelurahan Tuladenggi.
Mereka seharusnya terdaftar di TPS 5 Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi.
Namun keduanya justru mendatangi TPS 5 Kelurahan Buladu.
Sontak hal itu membuat KPPS dan PTPS hingga saksi meminta data pasutri bersangkutan diperiksa kembali.
Akhirnya disimpulkan bahwa dua warga Tuladenggi itu memang salah masuk TPS.
Beruntung surat suara yang sudah dicoblos seorang pria itu belum masuk ke dalam kotak suara.
"Teman-teman Panwas dan saksi meminta untuk diperbaiki," ujar Jefri.
Surat suara yang sudah dicoblos itu akhirnya masuk dalam kejadian khusus dan dihitung suara rusak.
"Antisipasi sudah dilakukan saat itu oleh panwas dan saksi dan sudah dilakukan perbaikan sehingga yang bersangkutan tidak jadi melakukan pemungutan," jelas Jefri.
Baca juga: VIDEO Tonny Junus Bongkar Rahasia Keunggulan Hasil Quick Count Pilkada Kabupaten Gorontalo 2024
Diberitakan sebelumnya, Ketua KPU Kota Gorontalo, Mario Nurkamiden, menegaskan pihaknya optimis seluruh tahapan berjalan lancar hingga proses akhir.
“Melihat progres petugas dalam pemungutan dan perhitungan suara, kami optimis tidak ada PSU,” ujar Mario, Kamis (28/11/2024).
Bahkan, ia menargetkan nol PSU di seluruh tempat pemungutan suara (TPS).
“InsyaAllah nol PSU,” tambahnya.
Saat ini, logistik pemilu pasca-pemungutan suara telah didistribusikan ke tingkat kecamatan.
Mario menyebutkan, badan ad hoc seperti PPK, PPS, dan KPPS tengah melakukan sinkronisasi data.
“Sinkronisasi sementara dilakukan dan akan dilanjutkan sore ini bersama para Komisioner KPU Kota Gorontalo,” jelasnya.
Hasil pleno tadi malam menetapkan agenda sinkronisasi dimulai pukul 15.00 WITA, sementara rekapitulasi di tingkat kecamatan dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.
Setelah itu, logistik pemilu akan dikembalikan ke KPU untuk proses berikutnya.
Rekapitulasi suara tingkat Kota Gorontalo dijadwalkan berlangsung pada 1 Desember 2024.
“Ini sudah menjadi ketentuan dan mekanisme rekapitulasi,” tutup Mario.
KPU Kota Gorontalo terus memantau proses pemilu guna memastikan tahapan berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari kendala signifikan.
Jangan Ketinggalan Berita Politik hingga Peristiwa Terbaru Lainnya, Yuk Ikuti Halaman Facebook Tribun Gorontalo
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.