Pilkada Gorontalo

Cawagub Gorontalo Marten Taha Bantah Ditangkap KPK: Itu Hoaks!

“Itu hoaks yang jelas tidak berdasar. Saya tidak terlibat dengan KPK dalam hal apapun,” ujar Marten, saat ditemui TribubGorontalo.com di kediamannya,

Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Nur Ainsyah Habibie, TribunGorontalo.com
Calon Wakil Gubernur, Marten Taha bantah isu soal dirinya ditangkap KPK, Selasa (26/11/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Calon Wakil Gubernur Gorontalo, Marten Taha membantah dirinya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Buktinya, saat masa tenang jelang hari pencoblosan Pilkada Gorontalo besok, Rabu 27 November 2024, Marten Taha berada di rumahnya. 

Saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com di kediamannya, Marten Taha jelas membantah disinformasi tersebut.

Terang-terangan Marten Taha mantan Wali Kota Gorontalo dua periode itu menyebut informasi tersebut adalah hoaks. 

“Itu hoaks yang jelas tidak berdasar. Saya tidak terlibat dengan KPK dalam hal apapun,” ujar Marten, saat ditemui TribubGorontalo.com di kediamannya, Selasa (26/11/24). 

Ia menegaskan bahwa berita tersebut adalah upaya untuk merusak citra dirinya dan pasangannya menjelang hari pencoblosan.

“Semua tuduhan ini jelas tidak benar dan sengaja dibuat untuk menjatuhkan kami,” tambah Marten.

Seperti yang diketahui, bahwa penyebaran hoaks adalah tindakan kejahatan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Karena itu, Marten akan menempuk jalur hukum untuk mengusut tuntas pelaku dibalik penyebaran hoaks ini.

“Penyebaran hoaks itu adalah kejahatan. Kami akan menempuh jalur hukum untuk mengusut tuntas siapa yang ada di balik penyebaran informasi bohong ini,” ujar Marten.

Meski diserang dengan berbagai isu negatif, Marten memilih untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. 

“Kami tidak akan membalas kebohongan dengan kebohongan. Kami tetap fokus untuk Gorontalo,” tambahnya. 

Marten juga meminta seluruh pendukungnya untuk menjaga ketenangan dan tidak terjebak dalam perang informasi. 

“Mari kita menjaga suasana tenang dan damai. Jangan balas kebohongan dengan kebohongan, dan tetap menjaga akhlak,” imbaunya.

Marten menegaskan bahwa meskipun dirinya diserang dengan hoaks, ia tidak menyimpan dendam kepada para penyebar berita bohong tersebut. 

Sebaliknya, ia mendoakan agar mereka diberikan kesempatan untuk bertobat. 

“Saya mendoakan semoga orang yang menyebarkan hoaks ini diampuni dosanya, diberikan kecerdasan, kesehatan, dan insyaAllah bisa bertobat untuk tidak menzolimi orang seperti ini,” pungkas Marten dengan senyum. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved