Minggu, 15 Maret 2026

Berita Viral

3 Bulan Sebelum Tewas di Tembak Kabag Ops, AKP Ulil Ryanto Sempat Punya Niat Mundur dari Polri

AKP Ulil Ryanto 3 bulan sebelum penembakan, sempat curhat ke sang ibu. Dia memiliki keinginan untuk mundur dari kepolisian 

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto 3 Bulan Sebelum Tewas di Tembak Kabag Ops, AKP Ulil Ryanto Sempat Punya Niat Mundur dari Polri
Tribun
AKP Ulil Ryanto Sempat Curhat ke Ibu Sebelum Tewas Ditembak Kabag Ops AKP Dadang, Sempat Ingin Berhenti 

AKP Dadang Iskandar memiliki rekam jejak karier yang cukup cemerlang di Polri.

Sejumlah jabatan strategis di Korps Bhayangkara pun juga sudah pernah diembannya.

Ia tercatat pernah bertugas di lingkungan Polda Sumatera Barat.

Di bawah penugasan Polda Sumbar, Dadang Iskandar diketahui sempat mengisi kursi jabatan posisi sebagai Kasatresnarkoba.

Pada 2021, Dadang Iskandar masih tercatat aktif menjabat sebagai Kasatresnarkoba.

Setelah itu, AKP Dadang Iskandar ditunjuk untuk mengemban jabatan sebagai Kabag Ops Polres Solok Selatan.

Saat menjadi Kabag Ops Polres Solok Selatan, Dadang pernah turut serta mengusut kasus tambang emas tanpa izin pada Agustus 2023.

Selain itu, Dadang Iskandar juga pernah ikut mengusut kasus tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur hingga kasus pencurian kendaraan bermotor.

Karier Dadang Iskandar sebagai anggota Polri pun kini terpaksa terhenti karena kasus polisi tembak polisi yang menjeratnya.

KP Dadang Iskandar diduga menembak rekan kerjanya sesama polisi, yakni AKP Ulil Ryanto Anshari yang menjabat sebagai Kepala Satuan Reskrim (Kasat Reskrim) Polres Solok.

Peristiwa polisi tembak polisi ini terjadi di lingkungan Markas Polres (Mapolres) Solok Selatan, Sumatra Barat, pada Jumat, 22 November 2024.

Akibat terkena peluru timah panas yang ditembakkan oleh AKP Dadang, AKP Ulil Ryanto tewas pada pukul 00.43.

Aksi polisi tembak polisi ini terjadi di Mapolres Solok Selatan di Jorong Bukit Malintang Barat, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, sekira pukul 00.43 WIB.

Penembakan ini terjadi setelah Sat Reskrim Polres Solok Selatan menangkap pelaku tambang galian C. 

Insiden ini bermula saat korban mendapat telepon dari Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar terkait penangkapan pelaku tambang galian C yang dilakukan timnya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved