Dubes Negara Asia Barat di Gorontalo
UMKM Gorontalo Diperkenalkan ke Dubes 4 Negara Asia Barat, Rachmat Gobel Bicara Konsep Sister City
Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Gorontalo diperkenalkan ke empat duta besar (dubes) negara Asia Barat.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dubes-Yordania-Oman-Bahrain-dan-Maroko-bersama-Penjabat-Gubernur-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Gorontalo diperkenalkan ke empat duta besar (dubes) negara Asia Barat.
Dubes Yordania, Oman, Bahrain, dan Maroko ini menyaksikan langsung produk UMKM di Bank Indonesia Gorontalo pada Sabtu (23/11/2024).
Mereka didampingi langsung anggota DPR RI, Rachmat Gobel.
Pada kesempatan itu, Rachmat Gobel bersama para dubes membahas konsep kerja sama 'Sister City'.
Sister City adalah konsep kerja sama jangka panjang antara dua kota, kabupaten, provinsi, atau negara yang berbeda secara geografis, administratif, dan politik.
Tujuannya adalah menjalin hubungan sosial dan budaya, serta melakukan pertukaran ekonomi, teknis, dan pengetahuan.
"Untuk mengisi Sister City, seperti yang sudah disampaikan tadi yaitu mendorong pariwisata halal," jelas Rachmat Gobel.
Pakaian Kawaro dinilai potensial untuk dimasukkan ke dalam Sister City.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menyebut kedatangan empat dubes negara kawasan Timur Tengah ini merupakan kali pertama di Gorontalo.
"Untuk pertama kali empat dubes ini hadir bersama-sama, biasanya mereka sendiri-sendiri," ujar Ridwan.
Ridwan menilai para dubes kemungkinan akan merekomendasikan UMKM Gorontalo kepada para investor Timur Tengah.
"Nanti baru itu investor sesungguhnya yang akan datang," tukas Ridwan.
Kata Ridwan, produk unggulan UMKM Gorontalo perlu menjangkau pasar global.
Baca juga: BREAKING NEWS: Duta Besar 4 Negara Asia Barat Berkunjung ke Gorontalo
Dubes 4 Negara Asia Barat Puji Keramahan Masyarakat Gorontalo
Empat duta besar dari negara-negara Arab, yaitu Maroko, Yordania, Bahrain, dan Oman, kompak memuji Gorontalo pada kunjungannya, Jumat (22/11/2024).
Kehadiran empat duta besar ini di Gorontalo dalam rangka menghadiri pelantikan Pimpinan Wilayah Syarikat Islam Provinsi Gorontalo masa jihad 2023–2028.
Tak cuma sekadar menghadiri acara formal, para duta besar ini rupanya memiliki agenda jalan-jalan ke sejumlah tempat di Gorontalo.
Karena itu, keempatnya kompak memberikan tanggapan positif terkait pengalaman mereka di Gorontalo.
Duta Besar Maroko, Ouadia Benabdellah, mengaku terpesona dengan keindahan dan keramahan Gorontalo.
Dalam wawancara eksklusif, ia menyebut Gorontalo sebagai kota yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga menawarkan pengalaman budaya yang kaya.
“Gorontalo adalah kota yang bagus. Kaya akan makanan dan tempat yang bagus,” ujarnya dengan senyuman hangat.
Ouadia juga memuji keramahan masyarakat Gorontalo yang membuatnya merasa diterima dan nyaman selama kunjungannya.
Duta Besar Bahrain, Ahmed Abdullah Al-Hajeri, yang untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Gorontalo, mengungkapkan kekagumannya terhadap suasana kota.
“Gorontalo sangat bagus, benar-benar bagus. Ini pertama kalinya saya datang ke Gorontalo, dan saya merasa kota ini sangat bagus,” ungkapnya dengan nada antusias.
Selain memberikan kesan positif tentang Gorontalo, para duta besar ini tampil elegan dalam balutan busana khas mereka selama menghadiri pelantikan di Ballroom Hotel Aston.
Duta Besar Oman, Mohammed Said Al-Shanfari, mengenakan kemeja batik bernuansa merah dominan yang memancarkan kehangatan.
Sementara Duta Besar Yordania, Sudqi Al-Omoush, memilih gaya sederhana dengan kemeja putih yang menonjolkan kesan formal namun santai.
Sebagai informasi, para duta besar dijadwalkan melanjutkan perjalanan mereka untuk mengeksplorasi keindahan Gorontalo lebih lanjut, termasuk mengunjungi tempat-tempat wisata terkenal di daerah ini.
Jangan Ketinggalan Update Berita Peristiwa, Yuk Ikuti Halaman Facebook Tribun Gorontalo
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.