Gempa Bumi
Gempa Bumi Real-Time BMKG Baru Saja Terjadi Jumat Siang 22 Nov 2024: Ini Titik Lokasi
Gempa bumi semacam ini biasanya terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng, di mana lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-22-Nov-2024-124805.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi dengan magnitudo 2,6 terjadi pada 22 November 2024.
Informasi BMKG, gempa bumi ini terjadi pada tempatnya pukul 12:48 WITA.
Titik episentrum gempa berada di koordinat 0,31° LU dan 121,97° BT dengan kedalaman 175 km.
Secara administratif, lokasi gempa ini berada di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di sekitar Kabupaten Morowali Utara.
Dengan kedalaman mencapai 175 km, gempa ini tergolong dalam kategori gempa bumi dalam.
Gempa bumi semacam ini biasanya terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng, di mana lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua.
Magnitudo rendah (2,6): Getaran gempa dengan magnitudo ini cenderung tidak dirasakan oleh manusia, apalagi karena lokasinya cukup dalam. Namun, getaran dapat tercatat oleh alat seismograf.
Kedalaman besar: Gempa dalam sering kali memiliki radius getaran yang luas, tetapi dengan energi yang cenderung teredam sebelum mencapai permukaan.
Oleh karena itu, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan kerusakan atau tsunami.
Meski tidak menimbulkan kerusakan, gempa semacam ini memberikan pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan.
Wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Morowali Utara, berada di zona aktif seismik karena letaknya yang dekat dengan pertemuan Lempeng Eurasia dan Indo-Australia.
Upaya Mitigasi:
Peningkatan Sistem Peringatan Dini: Pemerintah daerah bersama BMKG perlu memastikan alat-alat pendeteksi gempa (seismograf) berfungsi optimal, terutama di daerah-daerah rawan.
Pendidikan Bencana: Masyarakat harus terus diedukasi mengenai prosedur keselamatan, seperti apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi, terutama di wilayah yang sering mengalami gempa.
Pembangunan Infrastruktur Tahan Gempa: Gedung dan fasilitas umum perlu dirancang sesuai standar tahan gempa untuk meminimalkan risiko jika gempa dengan magnitudo besar terjadi.
Simulasi Bencana: Pemerintah perlu mengadakan latihan evakuasi rutin untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.(*)
| Saksi Ungkap Detik-detik Deice Lahia Meninggal Tertimpa Bangunan Akibat Gempa di Sulut |
|
|---|
| Identitas Warga Manado Meninggal Tertimpa Bangunan Kanopi Koni saat Gempa Bumi |
|
|---|
| BMKG Ungkap Alasan Gorontalo Tak Termasuk Daerah Siaga Tsunami Pascagempa M7,6 di Malut-Sulut |
|
|---|
| Jangan Panik! Gorontalo Tak Masuk Daftar Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa Maluku–Sulut |
|
|---|
| Waspada! Gempa M 7,6 Picu Ancaman Tsunami di Sulut dan Maluku Utara |
|
|---|