Berita Boalemo

Akses Dua Kecamatan di Boalemo Gorontalo Putus, Warga Kesal Gara-gara Pengerjaan Lamban

Jembatan yang menjadi akses utama penghubung antara Kecamatan Paguyaman dan Kecamatan Wonosari ini sudah lama rusak parah dan belum mendapat penangana

Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Nawir Islim, TribunGorontalo.com
Jembatan penghubung dua kecamatan di Boalemo, Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Sebuah jembatan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, menjadi perhatian publik.

Jembatan yang menjadi akses utama penghubung antara Kecamatan Paguyaman dan Kecamatan Wonosari ini sudah lama rusak parah dan belum mendapat penanganan dari pihak terkait.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jembatan yang memprihatinkan.

Lubang besar menganga di beberapa bagian, dan struktur jembatan hanya ditopang papan kayu sebagai penyangga darurat.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang mengandalkan jembatan tersebut untuk mobilitas sehari-hari.

Imran Abudi, salah satu warga Desa Mekar Jaya, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap jembatan ini.

Ia menyebut kerusakan ini sudah berlangsung lama, namun tidak ada langkah konkret untuk memperbaikinya.

"Sudah sekitar lima tahun jembatan ini rusak, tapi belum juga diperbaiki," ujar Imran dengan nada kecewa. "Ini kan akses utama antar kecamatan, kalau dibiarkan, bisa berbahaya bagi pengguna jalan."

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Awi Isima, seorang pengendara motor yang kerap melintasi jembatan tersebut. Ia menyoroti dampak buruk yang bisa timbul jika jembatan tidak segera diperbaiki.

"Motor masih bisa lewat, tapi kalau truk bagaimana? Jembatan ini sangat vital, terutama untuk pengangkutan barang dari Kecamatan Paguyaman ke Kecamatan Wonosari. Kalau sampai jembatan ini roboh, pasti banyak yang dirugikan," tegas Awi.

Sebagai informasi, Kecamatan Wonosari merupakan sentra produksi beras terbesar di Kabupaten Boalemo.

Kerusakan jembatan ini dinilai bisa menghambat distribusi hasil panen, yang pada akhirnya berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.

Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jembatan tersebut sebelum terjadi insiden yang lebih buruk.

"Kalau mobilitas terganggu, pasti akan memengaruhi aktivitas ekonomi. Kami harap pemerintah segera memperbaiki jembatan ini agar tidak ada lagi kendala di masa depan," harap Awi.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved