Penemuan Mayat Gorontalo
BREAKING NEWS: Warga Gorontalo Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Bone
Seorang warga ditemukan tewas mengapung di Sungai Bone, sungai besar yang mengalir dari Bone Bolango ke Kota Gorontalo, Kamis (21/11/2024).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Seorang warga ditemukan tewas mengapung di Sungai Bone, sungai besar yang mengalir dari Bone Bolango ke Kota Gorontalo, Kamis (21/11/2024).
Mayat itu pertama kali dilihat oleh saksi mata, Intan Zakaria pada pukul 10.00 Wita.
Kesaksian Intan pun ia bagikan di media sosial miliknya.
Menurut Intan, sang mayat itu mengapung di Sungai Bone, tepatnya di Desa Tanah Putih, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango.
Dalam siaran langsung pertama berdurasi 19 detik, sosok mayat telah dievakuasi ke bantaran sungai dan ditutup menggunakan daun pisang.
Sedikitnya sekitar 10 warga yang membantu proses evakuasi.
Seorang warga dalam video tersebut mengaku mayat itu diketahui saat ada salah seorang warga yang tengah mandi.
"Opa Ramin sedang mandi, tidak lama ia teriak minta tolong, ada mayat yang hanyut," ujar seorang warga dalam video.
Dalam postingan berikutnya, memperlihatkan saat dimana sesosok mayat tersebut masih mengapung di muara sungai.
Mayat itu menggunakan celana panjang putih dan kaos hitam.
Saat ini TribunGorontalo.com sementara menelusuri kronologi awal penemuan mayat dan meminta keterangan dari polisi dan saksi-saksi.
Kasus Penemuan Mayat Lainnya
Warga Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, digemparkan oleh penemuan jasad seorang pria di dalam kamar tidurnya pada Minggu malam, 15 September 2024.
Korban, yang diketahui berinisial AH, ditemukan tak bernyawa di kamarnya sendiri dalam kondisi mengenaskan.
Kapolres Bone Bolango, AKBP Muhammad Alli, memberikan keterangan resmi mengenai kronologi penemuan mayat tersebut kepada TribunGorontalo.com pada Selasa (17/9/2024).
Menurutnya, penemuan bermula ketika Ibrahim, kakak kandung korban, bermaksud memberitahukan AH bahwa ia akan memanjat pohon kelapa yang berada dekat dengan kamar korban.
Namun, ketika Ibrahim memanggil adiknya, tidak ada jawaban yang terdengar dari dalam kamar.
"Tidak ada suara yang membalas panggilan kakak korban," ujar AKBP Alli menjelaskan.
Merasa ada yang aneh karena seharian tidak melihat AH, sekitar pukul 17.30 WITA, Ibrahim mengajak kakak perempuannya, Hayati, untuk memeriksa kondisi adik mereka.
Mereka menuju kamar AH yang berada di dekat gudang rumah tersebut.
"Ibrahim curiga karena seharian tidak melihat korban, sehingga ia memutuskan untuk mengecek langsung bersama kakaknya," jelas Alli.
Ketika Ibrahim mengintip ke dalam kamar melalui celah pintu, ia terkejut melihat tubuh AH sudah tergeletak tak bernyawa.
Yang lebih mengerikan, tubuh korban tampak dalam kondisi membiru dan melepuh, sementara di sekitar jasadnya terlihat genangan darah.
"Ibrahim kaget melihat AH sudah dalam posisi tersungkur, tubuhnya membiru dan melepuh, serta ada darah di sekitar korban," lanjut Kapolres Alli.
Kapolres menambahkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari keluarga korban, AH diketahui sering mengonsumsi minuman keras dalam kesehariannya.
Hal ini juga dikuatkan oleh pernyataan dari Ibrahim.
"Kakak korban menjelaskan bahwa AH setiap hari mengonsumsi minuman keras," ungkapnya.
Setelah menerima laporan penemuan mayat tersebut, pihak Polres Bone Bolango segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Tim Inafis dari Satuan Reskrim Polres Bone Bolango dikerahkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Kami segera menuju TKP dan melakukan olah TKP bersama tim Inafis," ujar AKBP Alli.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mayat-mengapung-di-Sungai-Bone-Gorontalo-Kamis-21112024.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.