Sabtu, 7 Maret 2026

Siswa SD Diduga Keracunan

Alasan 4 Siswa Bone Bolango Gorontalo Keracunan Padahal Susu yang Diminum tak Kadaluarsa

Insiden ini terjadi setelah mereka mengonsumsi minuman susu yang diduga tidak disimpan dengan benar pada Senin (18/11/2024). 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Alasan 4 Siswa Bone Bolango Gorontalo Keracunan Padahal Susu yang Diminum tak Kadaluarsa
Freepik
ILUSTRASI SUSU -- 4 siswa di Bone Bolango alami gejalan keracunan usai minum susu. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Bone BolangoSebanyak empat siswa SDN 02 Suwawa terpaksa mendapatkan perawatan di Puskesmas Suwawa setelah mengeluhkan gejala keracunan ringan, seperti pusing, mual, muntah, dan sakit perut.

Insiden ini terjadi setelah mereka mengonsumsi minuman susu yang diduga tidak disimpan dengan benar pada Senin (18/11/2024). 

Menurut Sanitarian Puskesmas Suwawa, Mujizat Abdullah, keempat siswa tersebut langsung ditangani setelah mengeluhkan gejala keracunan ringan.

Setelah diberikan obat, mereka dapat dipulangkan pada hari yang sama dan keesokan harinya sudah kembali bersekolah seperti biasa.

"Kami langsung menangani mereka. Setelah diberikan obat, mereka bisa dipulangkan pada hari yang sama. Alhamdulillah, keesokan harinya sudah kembali bersekolah," kata Mujizat.

Mujizat Abdullah menjelaskan bahwa dugaan awal keracunan ini mengarah pada perubahan sifat mikrobiologi pada minuman susu yang dikonsumsi oleh para siswa.

Diduga, kesalahan penyimpanan yang menyebabkan bakteri baik dalam susu berubah menjadi bakteri jahat akibat suhu yang tidak sesuai, menjadi penyebab utama kejadian tersebut.

"Susu ini seharusnya disimpan pada suhu di bawah nol derajat, namun karena penyimpanan yang salah, bakteri baik dalam susu berubah menjadi bakteri jahat," jelasnya.

Mujizat juga menambahkan bahwa meskipun produk susu tersebut masih memiliki tanggal kedaluwarsa hingga Juli 2025 dan sudah terdaftar di BPOM, perubahan rasa yang menjadi asam menunjukkan indikasi kerusakan.

"Anak-anak mengatakan rasanya sudah bukan susu lagi, terasa agak asam," ungkapnya.

Pihak distributor yang mendatangi lokasi juga melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai asal-usul produk yang dibeli di kantin sekolah.

Berdasarkan keterangan penjual, produk susu tersebut dibeli dari area Gelanggang 23 Januari Telaga, dan dijual di depan toko.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa produk susu tersebut terpapar sinar matahari yang dapat menyebabkan kerusakan.

"Karena produk dijual di luar toko, ada kemungkinan susu tersebut terkena sinar matahari yang mengubah rasanya," tambah Mujizat.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian (Babinkamtibmas) langsung membuang semua sisa minuman yang ada di kantin sekolah setelah menerima laporan terkait dugaan keracunan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved