Profil Tokoh
Sosok Zamronie Agus, Kepala Disparpora Kota Gorontalo, Pernah Bercita-cita Jadi Insinyur Perkapalan
Zamronie Agus merupakan Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Gorontalo.
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Zamronie-Agus-bercerita-tentang-impian-masa-kecilnya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Zamronie Agus merupakan Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Gorontalo.
Pria akrab dipanggil Zam ini dilahirkan oleh pasangan Mansyur Agus dan Flora di Gorontalo pada 14 November 1972.
Zam mengaku hanya hobi menonton sejak kecil.
Bagi Zamronie, menonton bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana belajar dari berbagai pengalaman hidup yang tersaji melalui layar tanpa harus mengalami secara langsung.
Sebab dari tontonan, ia merasa dapat menjelajahi tempat-tempat jauh dan memahami beragam cerita kehidupan.
“Hobi saya nonton, karena dari tontonan saya dapat banyak informasi dan pengalaman tanpa harus mengalami langsung,” ungkap Zamronie kepada TribunGorontalo.com, Selasa (19/10/24).
Sejak kecil pula, ia tidak pernah bercita-cita menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Semasa kecil, ia lebih tertarik menjadi insinyur perkapalan karena kecintaannya pada kapal laut.
“Tidak pernah bercita-cita jadi PNS, inginnya menjadi insinyur perkapalan karena saya senang naik kapal laut,” ujarnya.
Baca juga: Profil Nurhalisa Abdullah, Sosok Owner Ebudo Terdakwa Kasus Kosmetik Ilegal Gorontalo
Namun, takdir membawanya menekuni bidang ekonomi.
Dorongan orang tua dan keinginan untuk membahagiakan mereka membuatnya mengalihkan fokus.
“Akhirnya menjadi PNS karena dorongan dan ingin menyenangkan orangtua,” tambahnya.
Bahkan, sebelum menjadi PNS, ia sempat menjadi dosen tidak tetap di beberapa perguruan tinggi.
Kariernya sebagai PNS dimulai pada tahun 2000 ketika ia mulai mengikuti CPNS.
Dari sana, Zamronie menjalani perjalanan panjang, dengan menduduki sembilan jabatan eselon 3 selama 15 tahun sebelum akhirnya dipercaya sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga.
Sebelumnya, ia pernah berkarier selama tujuh tahun di Badan Keuangan Kota Gorontalo sebagai Kepala Sub Bidang dan Kepala Bidang Anggaran.
Kemudian dua tahun sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan di RS Aloei Saboe. Lalu dua setengah tahun sebagai Camat.
Setelahnya, empat tahun sebagai Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD, dan tiga tahun sebagai Sekretaris Dinas.
Kini, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Gorontalo, membawa semangat baru untuk membangun daerah Gorontalo.
Namun, perjalanan kariernya tak selalu mulus.
Zamronie mengaku harus mengikuti tiga kali seleksi untuk jabatan eselon 2 sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan tersebut.
Perjuangan panjang ini ia jalani dengan penuh kesabaran dan komitmen terhadap tugas.
Menurutnya, kunci sukses sebagai pegawai negeri sipil adalah memahami, menguasai, dan menjalankan aturan yang menjadi pedoman dalam bekerja.
Ia juga menekankan pentingnya berpikir kreatif untuk menciptakan inovasi yang bisa menjadi warisan di tempat bertugas.
Selain itu, Zamronie juga percaya bahwa kolaborasi dan jaringan yang luas menjadi modal penting untuk meraih kesuksesan.
“Perluas jaringan dan kolaborasi, karena esuksesan tidak mungkin bisa dicapai seorang diri,” tuturnya.
Menurut Zam, sikap rendah hati, dengan selalu tersenyum dan menyapa oranglain juga bisa menjadi kinci kesuksesan.
Dalam kehidupan pribadi, Zamronie adalah suami dari Nazli Mohamad, yang akrab disapa Poppy.
Pasangan ini dikaruniai dua anak, Mohammad Rakan dan Diandra Mikaila.
Rakan, yang kini berusia 21 tahun, sedang menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang dan tengah mengikuti program IISMA di Universitas Warsawa, Polandia.
Sementara itu, Diandra, anak bungsu mereka, berusia 13 tahun dan duduk di kelas 8 MTs Al-Islah Kota Gorontalo.
Zamronie sendiri mengawali pendidikannya di SDN 61 Kota Gorontalo, melanjutkan ke SMPN 1 Kota Gorontalo, dan kemudian menuntaskan pendidikan menengahnya di SMAN 1 Kota Gorontalo.
Setelah itu, ia merantau ke Makassar untuk menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (FE-Unhas).
Tak berhenti di situ, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Yogyakarta.
Jangan Ketinggalan Update Berita Peristiwa, Yuk Ikuti Halaman Facebook Tribun Gorontalo
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.