Pemkab Gorontalo
40 Pengelola Wisata di Kabupaten Gorontalo Ikut Pelatihan Demi Wujudkan Pariwisata Aman dan Menarik
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Malinov Boutique Hotel Gorontalo dan melibatkan berbagai elemen penting dalam pengelolaan wisata.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pemda-Gorontalo-gelar-pelatihan-kemanan-dan-keselamatan-wisata.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto — Dalam upaya meningkatkan daya tarik objek wisata dan menjamin kenyamanan pengunjung, Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata mengadakan pelatihan keamanan dan keselamatan bagi 40 pengelola wisata, Senin (18/11/2024).
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Malinov Boutique Hotel Gorontalo dan melibatkan berbagai elemen penting dalam pengelolaan wisata.
Ada 33 pengelola Destinasi Tujuan Wisata (DTW), dua pengelola desa wisata, satu pengelola desa wisata Nusantara, dua anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta dua orang dari tim kreatif.
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Gorontalo, Syukri Botutihe, yang turut hadir dalam acara ini, memberikan apresiasi atas inisiatif pelatihan tersebut.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki peran strategis sebagai penggerak utama perekonomian di Kabupaten Gorontalo.
"Kita butuh perputaran ekonomi di semua aspek, namun untuk menunjang perekonomian di Kabupaten Gorontalo, sektor pariwisata menjadi tumpuan utama," ujar Syukri dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya keamanan dan keselamatan sebagai faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah destinasi wisata.
"Sebagus apa pun destinasi wisata kita, jika tidak aman, pengunjung tidak akan datang. Orang cenderung memilih tempat yang memberikan rasa aman dan nyaman," tegasnya.
Syukri berharap pelatihan ini dapat memberikan wawasan baru bagi para peserta, sehingga mampu meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata di Kabupaten Gorontalo.
"Insyallah pelatihan ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan, sehingga para pengelola wisata mampu mengimplementasikan materi yang diterima untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di lapangan," harapnya.
Ia juga mengimbau kepada para peserta untuk serius mengikuti seluruh rangkaian materi pelatihan agar ilmu yang didapat bisa diterapkan demi kemajuan pariwisata daerah.
"Kami harap peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, karena hasil dari pelatihan ini akan sangat berdampak pada kenyamanan wisatawan yang datang ke Kabupaten Gorontalo," tutupnya.
Dengan pelatihan ini, Pemkab Gorontalo menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sektor pariwisata yang lebih aman, nyaman, dan profesional.
Selain menarik wisatawan, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui dampak positif ekonomi yang dihasilkan.
Pariwisata yang aman bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga cerminan profesionalisme pengelolaan wisata yang berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo. (*)