Gunung Lewotobi Meletus
Terinspirasi Wapres RI, Pengungsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Beri Nama Anaknya Gibran
Terinspirasi dari Wakil Presiden Republik Indonesia, salah satu pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menamai anaknya Gibran. Yuk baca kisahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/awsehflknvlkdefngv.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Terinspirasi dari Wakil Presiden Republik Indonesia, salah satu pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menamai anaknya Gibran.
Katrina Kire Kwuta (25) bersama suami sengaja memberikan nama tersebut kepada anak yang baru lahirnya Gibran.
Sebab, menurutnya Wapres Gibran akan mengunjungi lokasi posko pengungsian Gunung Lewotobi Laki-laki.
Gunung Lewotobi saat ini masih terus terjadi erupsi.
Semburan magma yang memuat asap tebal itu terus melambung ke udara.
Sehingga para warga yang mendiami kaki gunung tersebut harus bersiam diri di tempat pengungsian.
Baca juga: Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Termasuk Katarina Kire Kwuta (25).
Perempuan ini terpaksa harus tinggal di tenda pengungsian akibat rumahnya di Nawakote, Kabupaten Flores Timur, terdampak erupsi gunung Lewotobi Laki-laki.
Katarina juga melahirkan saat mengungsi.
Ia melahirkan anaknya di Puskesmas Lewolaga, Kecamatan Titihena Rabu (11/13/2024) dini hari sekitar pukul 01:00 Wita.
Sebelum melakukan persalinan, warga Desa Nawakote tersebut dibawa petugas kesehatan ke Puskesmas Lewolaga dari posko pengungsian di Desa Kobasoma.
"Tadi malam pukul 01.00 lewat saya melahirkan, setelah bayi saya dibawa ke tenda pengungsian tadi pagi jam 11" ujar Katarina ditemui di tenda pengungsian.
Kurang lebih 10 jam ia dan bayinya berada di Puskemas Lewolaga.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Meletus hingga Pagi Ini, Status Ditingkatkan
Ia terpaksa kembali ke posko pengungsian bersama bayinya karena berdasarkan informasi dari petugas kesehatan Puskesmas tersebut sudah penuh.
"Kata petugas pasien terlalu banyak ibu hamil jadi kami bawa pulang ke sini," katanya