Selasa, 3 Maret 2026

Remaja Tenggelam di Sungai Bone

Detik-detik Warga Gorontalo Temukan Dua Mayat Remaja di Sungai Bone

Inilah gambaran detik-detik warga Gorontalo menemukan dua mayat bocah di Sungai Bone, Selasa (12/11/2024) sekira pukul 17.30 WITA.

Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Detik-detik Warga Gorontalo Temukan Dua Mayat Remaja di Sungai Bone
Istimewa
Dua remaja ditemukan tewas tenggelam di Sungai Bone pada Selasa (12/11/2024) sore. 

TRIBUNGORONTALO,COM, Gorontalo – Inilah gambaran detik-detik warga Gorontalo menemukan dua mayat remaja di Sungai Bone, Selasa (12/11/2024) sekira pukul 17.30 WITA.

Jasad teridentifikasi bernama Rafa Pratama Suleman (11) dan Fadlianto Latengo (10).

Menurut Mansur Hunta, warga setempat, ia sempat menegur dua remaja yang tengah mandi di sungai. Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Mansur meminta Rafa dan Fadlianto untuk pulang ke rumah mereka karena hari mulai gelap.

Tak lama kemudian, Jafar Konio yang sedang memacing, melihat sendal mengapung di atas permukaan air.

Karena penasaran, Jafar memperhatikan di sekitarnya. Ia lantas melihat bayangan tubuh di bawah air.

Jafar lalu memanggil temannya, Yakob, yang kala itu bekerja di tambang pasir dekat Sungai Bone.

Yakob dan beberapa warga kemudian menemukan tubuh dua bocah di dalam sungai tersebut.

Dua jasad itu langsung dibawa ke RS Aloei Saboe menggunakan mobil pickup.

Namun pihak rumah sakit menyatakan kedua korban sudah meninggal dunia.

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Sosok Pelapor Owner Ebudo Terungkap & Viral Cabup Boalemo Diduga Money Politic

Seorang siswa ditemukan tewas tenggelam

Polsek Tilamuta mengevakuasi jasad korban tenggelam di Sungai Desa Mohungo pada Jumat (8/11/2024).
Polsek Tilamuta mengevakuasi jasad korban tenggelam di Sungai Desa Mohungo pada Jumat (8/11/2024). (TribunGorontalo.com/Nawir)

Peristiwa serupa pernah terjadi di Kabupaten Boalemo beberapa hari yang lalu.

Bintang Abidzar Ali (13) ditemukan tewas di pinggiran sungai Desa Mohungo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo pada Jumat (8/11/2024).

Menurut Kapolsek Tilamuta, Iptu Dolvy Supratno, siswa tersebut tenggelam usai menyelamatkan temannya.

Berikut kronologi dari Kapolsek Tilamuta:

Kapolsek Tilamuta menjelaskan, awal mula korban bersama enam temannya bolos sekolah.

"Setelah diwawancarai, ternyata tujuh siswa ini termasuk korban keluar dari pagar, tanpa sepengetahuan pihak sekolah dengan memanjat pagar," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (8/11/2024).

Sekira pukul 08.30 Wita, bintang bersama 6 rekan lainnya berencana mandi di sungai yang berada di Dusun 2 Desa Mohungo.

Bintang lantas mengajak dua temannya untuk keluar sekolah. Mereka pergi membeli nasi. 

"Niat mereka tertunda karena korban langsung mengajak ke sungai," ujar Kapolsek.

Pada saat itu, tiga siswa lain yang berada di pagar sekolah turut diajak.

Mereka berjalan melewati Lapangan Mekar Modelomo, lalu melintas ke jalan Desa Modelomo menuju pasar tradisional Tilamuta.

Setelah melewati simpang empat Desa Hungayonaa, mereka pun tiba di tempat tujuan.

"Sesampainya di sungai, teman korban (F) membuka baju dan terlebih dahulu berenang di sungai tersebut. Setelahnya teman-temannya ikut bercebur di sungai, termasuk korban," ungkap Iptu Dolvy.

Tak lama berselang, siswa berinisial A tenggelam. Mendengar temannya itu, korban berusaha menyelamatkan A.

Rupanya A terbawa arus ke kedalaman lima meter.

Namun saat diselamatkan, si A yang mulai kekurangan oksigen itu memeluk korban.

Karena postur tubuh korban lebih kecil dari A, korban akhirnya tenggelam ke dasar sungai.

Saat A muncul ke permukaan, siswa berinisial F langsung membawanya ke tepi sungai. 

Setelahnya, F mencari korban namun saat itu korban sudah tidak terlihat lagi.

Melihat rekannya tenggelam, enam siswa itu berteriak meminta tolong. 

Pada saat itu, tiga santri mendengar teriakan dari teman-teman korban.

Saat tiba di TKP, para santri itu erusaha mencari korban ke dasar sungai tapi tak kunjung ditemukan.

Warga setempat, Darwin Tooli, juga turut mendengar teriakan para siswa.

Saat itu, Darwin tengah mencuci gerobaknya.

"Mendengar dan melihat kejadian tersebut, dia mencoba untuk menolong. Melihat kondisi sungai yang dalam, ia langsung memanggil Zainudin Lasibu di rumah untuk membantu menyelamatkan korban," terang Iptu Dolvy.

Beberapa saat kemudian, Zainudin menceburkan diri ke sungai. Ia menemukan korban di dasar sungai.

Zainudin lantas meminta bantuan tiga santri untuk menarik tubuh korban.

Namun setelah dinaikkan ke daratan, mulut korban sudah mengeluarkan busa. 

Sementara itu, Kepala Dusun 2 Desa Mohungo, tiba di TKP dan langsung memberikan pertolongan pertama. Ia berusaha sekuat tenaga memompa dada korban untuk mengeluarkan air dari paru-paru.

"Namun korban sudah tidak bisa diselamatkan lagi dengan kondisi sudah mengeluarkan busa di mulut dan mengeluarkan darah dari hidungnya," tutur Kapolsek Tilamuta.

 


Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa Terkini, Yuk Ikuti Facebook Tribun Gorontalo

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved