Selasa, 10 Maret 2026

Tribun Podcast

Mengenal Kris Wartabone, Politikus Gorontalo yang Pernah Bercita-cita Jadi Tentara 

Saat diundang dalam podcast TribunGorontalo Minggu (28/10/2024) dipandu Manajer Konten, Aldi Ponge, Kris mengaku pernah bercita-cita jadi tentara.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kris Wartabone, sosok politikus Gorontalo bercerita tentang masa kecilnya.

Saat diundang dalam podcast TribunGorontalo Minggu (28/10/2024) dipandu Manajer Konten, Aldi Ponge, Kris mengaku pernah bercita-cita jadi tentara.

"Pernah masuk Akabri, karena cita-cita masa kecil ingin jadi tentara tapi saya gagal di situ," ungkapnya.

Namun, ia diajak kembali untuk masuk di Bintara dan akan dinyatakan lulus, tapi karena ia ingin membanggakan orang tua melalui jalur lain.

Maka Kris melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi yaitu kuliah di Manado, Sulawesi Utara.

Rencananya, setelah meraih gelar sarjana maka ia akan masuk kembali menjadi tentara.

"Karena saya merasa bersalah dengan orang tua, maka saya bilang saya masih ingin tetap bersekolah, nanti saat saya meraih sarjana baru saya ikut masuk tentara lagi," jelasnya.

Saat sudah menginjakan kaki di salah satu universitas di Manado, ternyata perjalanannya tidak semulus yang dibayangkan.

Katanya, saat itu perkuliahannya terganggu dengan kegiatan sepak bola. Sehingga alasan ini yang membuat Kris kembali ke Gorontalo.

"Dilihat orang tua sudah seperti itu saya ditarik ke Gorontalo," ucapnya.

Setelah sampai di Gorontalo, Kris diminta orang tuanya untuk masuk jadi pegawai bank.

Merasa bersalah, maka Kris menuruti keinginan orang tuanya dengan masuk menjadi pegawai bank.

Ia pun akhirnya diterima di Bank BRI Gorontalo September 1985.

"Karena takut dengan orang tua, maka saya masuk di bank BRI Gorontalo waktu itu," tuturnya.

Kris pun bekerja di bank selama kurang lebih 12 tahun lalu memutuskan keluar dari perusahaan dan beralih menjadi penambang.

"Saya minta pensiun tunda akhirnya karena dibuka tambang di Suwawa sana, maka itu yang memicu saya keluar dari bank untuk mencari rezeki di tempat lain," terangnya.

Pada 1997, pergerakan politik pada waktu itu mulai bergejolak. Terdapat demo masif di berbagai daerah.

Baca juga: Cindi Usman Oknum Bhayangkari Gorontalo Diduga Kabur ke Luar Daerah usai Terima Dana Investasi Warga

PDI-P lantas mengajak Kris Wartabone bergabung.

"Setelah itu, tahun 1997-1998 saya sudah menjadi pengurus partai," katanya.

Di tahun 1998 juga Kris diangkat menjadi ketua partai di Kabupaten Gorontalo waktu itu sebelum pisah menjadi Kabupaten Bone Bolango.

Selama kurang lebih 30 tahun Kris Wartabone telah bergelut di dunia politik. Dengan waktu yang sangat lama itu telah membuatnya belajar banyak hal dan membuatnya matang dalam hal politik.

Kris pun menjelaskan yang melatar belakangi ia masuk di dunia politik karena panggilan jiwa untuk mengabdikan diri pada masyarakat.

Apalagi Kris sendiri merupakan cucu dari Nani Wartabone tokoh pahlawan nasional dan juga pahwalan Gorontalo yang perlu meneruskan cita-cita leluhur.

Kris Wartabone telah menduduki kursi anggota legislatif sejak tahun 2004. Pada Pemilu 2019, ia kembali terpilih untuk periode keempat sebagai Anggota DPRD Provinsi Gorontalo.

Saat ini ia telah mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Gorontalo berpasangan dengan Nelson Pomalingo.

Tonton Tribun Podcast bersama Kris Wartabone di Sini

 

Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa Terkini. Yuk Ikuti Facebook Tribun Gorontalo

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved