Investasi Bodong Batudaa
Diminta Balikin Uang, Cindi Usman Malah Tantang Warga Lapor Polisi, Ngaku Punya Bekingan Mabes Polri
Sejumlah warga Batudaa mengaku telah ditipu oknum Bhyangkari Gorontalo, Cindi Usman. Saat diminta mengembalikan uang, Cindi malah menantang warga
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sejumlah-warga-Batudaa-mengaku-geram-saat-menuntut-pengembalian-dana-investasi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sejumlah warga Batudaa mengaku telah ditipu oknum Bhyangkari Gorontalo, Cindi Usman.
Setelah membawa kabur uang ratusan juta rupiah, Cindi kini tak lagi berada di Gorontalo.
Saat diminta mengembalikan uang, Cindi malah menantang warga untuk melapor ke polisi.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Yulin Yunus, warga Desa Payunga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.
Yulin mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat ulah Cindi.
Ia dan beberapa warga dijanjikan investasi hingga mereka mengalami total kerugian sebesar Rp250 juta.
Cindi Usman melancarkan aksinya sejak 2023 dan sudah berulang kali.
Pada Agustus 2024, Cindi kembali merayu sejumlah warga. Para korban pun terlena.
"Kami ditelepon untuk berinvestasi lagi kepadanya, oknum ini juga bilang tidak akan berdusta seperti kemarin. Jadi kami percaya lagi," ungkapnya.
Awalnya Yulin diiming-imingi jika berinvestasi, maka uangnya akan bertambah 25-30 persen.
Cindi juga menjanjikan bilamana dalam sehari mendapat nominal uang Rp20 juta, para investor akan mendapatkan hadiah handphone merek iPhone.
Terhitung tahun 2024 ini sudah lima korban yang tertipu hingga mengalamikerugian Rp79juta.
"Saya pertama berinvestasi Rp11 juta kemudian cair Rp14,5 juta. Kemudian saya melakukan investasi lagi Rp20 juta itu sudah tidak dapat lagi," beber Yulin.
Bahkan, ketika dirinya dan warga lain menuntut pengembalian, Yulin justru mendapat jawaban kurang mengenakkan dari Cindi.
"Dia (Cindi Usman) mengatakan kalau dia punya orang Mabes jadi susah lapor polisi, biar melapor ke Polda. Begitu juga dengan keluarganya mengatakan (hal sama) ke kami," tutur Yulin kepada TribunGorontalo.com, Kamis (7/11/2024).
Mendengar perkataan Cindi, sontak sejumlah warga Batudaa geram.
Mereka berbondong-bondong mendatangi Mako Polda Gorontalo.
Baca juga: Cindi Usman Oknum Bhayangkari Gorontalo Diduga Kabur ke Luar Daerah usai Terima Dana Investasi Warga
Cindi dan korban lainnya juga menggelar demonstrasi di depan rumah Cindi Usman di Tabongo, Kabupaten Gorontalo.
Mereka nyaris menerobos masuk ke dalam rumah. Namun dicegah langsung oleh Kapolres Gorontalo.
"Jadi Kapolres turun kemudian mereka menghalangi kami masuk ke rumah pelaku," jelas Yulin.
Yulin menyebut para korban sudah melayangkan laporan ke Polda Gorontalo.
"Sudah banyak laporan di Polda tapi sampai sekarang tidak diproses," ujarnya.
Bahkan laporan Yulin ditolak. Menurutnya, pihak kepolisian sudah menerima beragam laporan kasus yang sama.
"Kami sempat melapor tapi yang dari Polda mengatakan laporan dari terduga pelaku sudah ada. Jadi laporan kami tidak diterima, karena sudah bertumpuk, dan kata dari pihak kepolisian sementara diproses," paparnya.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Polda Gorontalo.
TribunGorontalo.com masih menunggu balasan konfirmasi dari pihak kepolisian.
Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa Terkini. Yuk Ikuti Facebook Tribun Gorontalo
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.