Debat Pilkada Kota Gorontalo
Alasan Adhan Dambea dan Indra Gobel tak Hadir Debat Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo
Ketidakhadiran paslon dengan akronim "Air" ini pun memunculkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Adhan-Dambea-berada-di-ruang-kerjanya-di-AD-Center-Jl-Jaksa-Agung-Suprapto-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan Indra Gobel tak hadir dalam debat kandidat yang digelar pada Rabu (6/11/2024).
Ketidakhadiran paslon dengan akronim "Air" ini pun memunculkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.
Namun, dalam keterangannya kepada TribunGorontalo.com pada Rabu siang, Adhan menjelaskan alasan.
Rupanya ketidakhdiran ini terkait erat dengan isu penting yang menurutnya tidak dimasukkan dalam materi debat.
Adhan Dambea mengungkapkan bahwa ketidakhadirannya bersama pasangannya bukan tanpa alasan.
Menurutnya, mereka telah mengirimkan surat kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo pada 23 Oktober 2024.
Melalui surat tersebut pihak Air meminta agar topik pemberantasan korupsi dimasukkan dalam materi debat kandidat.
Surat tersebut juga diteruskan kepada para panelis yang akan menyusun materi debat.
Harapan Adhan bahwa isu korupsi yang mereka anggap penting bagi masa depan Gorontalo akan dibahas dalam sesi debat ini.
Namun, setelah melihat materi yang dikirim oleh KPU, Adhan sangat kecewa karena tidak ada satu pun topik yang menyinggung soal korupsi.
"Berdasarkan materi yang mereka kirim, tidak ada materi korupsi," tegas Adhan.
Menurut Adhan, pemberantasan korupsi adalah isu krusial yang harus menjadi komitmen setiap kandidat, terutama dalam konteks pembangunan daerah.
Adhan menyatakan bahwa kehadiran topik tersebut dalam debat sangatlah penting, tidak hanya bagi mereka sebagai calon pemimpin, tetapi juga bagi masyarakat yang ingin mengetahui rencana para kandidat dalam menanggulangi korupsi di Kota Gorontalo.
Apalagi menurut Adhan, bahwa pemberantasan korupsi sangat penting karena menjadi concern juga oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Pemberantasan korupsi seharusnya menjadi fokus bersama, dan bahkan menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Seharusnya ini juga menjadi prioritas bagi kita di daerah,” ujar Adhan.
Lebih lanjut, Adhan menyayangkan bahwa usulannya ini tidak mendapat perhatian dari KPU Kota Gorontalo.
Bagi pasangan "Air," ketidakhadiran dalam debat bukanlah suatu bentuk mengabaikan proses demokrasi, melainkan bentuk protes atas absennya isu yang mereka yakini sangat fundamental.
Sementara itu, pihak KPU Kota Gorontalo belum memberikan tanggapan atas kritik ini.
Ketiadaan isu korupsi dalam materi debat menjadi sorotan, mengingat isu tersebut relevan dan mendesak di tengah berbagai kasus yang tengah disorot publik di Gorontalo.
Debat kedua kandidat pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo diadakan siang ini, Rabu (06/11/2024).
Namun, debat yang digelar di Grand Sumberia Kota Gorontalo itu, tanpa dihadiri oleh dua pasangan calon (paslon).
Kedua paslon itu yakni Adhan Dambea dan Indra Gobel, serta Ramli Anwar dan Ana Abdul Hamid.
Artinya, debat siang ini hanya dihadiri oleh Gusnar Ismail dan Andi Ilham dan paslon Ryan Kono dan Charles Budi Doku.
Perlu diketahui, acara debat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo ini sedianya diharapkan menjadi panggung bagi masing-masing paslon.
KPU menyediakan panggung debat untuk para paslon memaparkan visi, misi, serta program unggulan yang akan diusung jika terpilih.
Belum ada keterangan resmi dari KPU Kota Gorontalo terkait alasan absennya kedua pasangan calon ini. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.