Hari Pahlawan
Fakta-fakta Hari Pahlawan 10 November, Kisah Perjuangan Bung Tomo di Surabaya
Simak fakta-fakta Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November di Indonesia. Hari Pahlawan menandai perjuangan Bung Tomo dalam mengusir penjajah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Hari-Pahlawan-2024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Simak fakta-fakta Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November di Indonesia.
Hari Pahlawan menandai perjuangan Bung Tomo di Surabaya.
Berikut 5 fakta Hari Pahlawan yang patut diketahui:
1) Pertempuran Surabaya
Hari Pahlawan Nasional ini merujuk pada puncak perlawanan rakyat Indonesia pada pertempuran Surabaya yang pecah pada 10 November 1945.
Para tentara dan milisi Indonesia yang pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia.
Dikutip dari laman Kemdikbud, pertempuran Surabaya ini disebabkan karena datangnya pasukan sekutu yang berisikan tentara Inggris dan Belanda atau dikenal dengan nama NICA.
Tujuan semula sekutu datang untuk mengamankan para tawanan perang dan melucuti senjata Jepang.
Tetapi, pada 27 Oktober 1945 NICA yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sother Mallaby (AWS Mallaby) langsung masuk wilayah Surabaya dan mendirikan pos pertahanan di sana.
Pasukan Sekutu yang didominasi tentara Inggris tersebut, menyerbu penjara dan membebaskan tawanan perang yang ditahan Indonesia.
Mereka memerintahkan masyarakat Indonesia menyerahkan senjata mereka.
Tetapi, perintah ini dengan tegas ditolak oleh Indonesia.
Meskipun terjadi gencatan senjata pada 29 Oktober, bentrokan-bentrokan bersenjata tetap berlangsung antara masyarakat Surabaya dan tentara Inggris.
Puncak dari pertempuran ini, yaitu terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby pada 30 Oktober 1945 dan hal ini membuat Inggris marah.
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan.
Pasukan sekutu mendapatkan perlawanan dari pasukan dan milisi Indonesia.
Pertempuran pun berakhir pada 28 November 1945.
Baca juga: Tampang Nurhalisa Abdullah Alias Elis, Sosok Owner Ebudo Handbody Markalak Bikin Badan Gatal-gatal
2) Peran Bung Tomo dan Tokoh Lain
Bung Tomo berperan sebagai pemimpin Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) di Surabaya.
Bung Tomo menginspirasi perlawanan rakyat Surabaya melalui siaran Radio Pemberontakan milik BPRI.
Selain Bung Tomo, terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam menggerakkan rakyat Surabaya pada masa itu.
Seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah, serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan.
Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban pada masa itu membuat Kota Surabaya kemudian dikenang sebagai Kota Pahlawan.
3) Penetapan Hari Pahlawan
Pertempuran di Surabaya menjadi catatan bagaimana perlawanan rakyat mempertahankan kemerdekaan.
Oleh karena itu, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 10 November 1945 sebagai Hari Pahlawan.
Keputusan itu ditetapkan melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.
4) Monumen Tugu Pahlawan
Selain mengenang pertempuran Surabaya dengan penetapan Hari Pahlawan, Monumen Tugu Pahlawan juga menjadi pengenang perjuangan rakyat Surabaya.
Tugu Pahlawan terletak di tengah-tengah kota di Jalan Pahlawan Surabaya, dekat Kantor Gubernur Jawa Timur.
Tugu Pahlawan berdiri di atas tanah lapang seluas 1,3 hektare, dan secara administratif berada di wilayah Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan.
Tinggi monumen ini 41,15 meter dan berbentuk lingga atau paku terbalik.
Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (canalures) sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas.
Tinggi, ruas dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945 untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945.
Dibangunnya Monumen Tugu Pahlawan di Surabaya untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam pertempuran ini.
5) Museum 10 November
Adapun untuk melengkapi Monumen Tugu Pahlawan, terdapat pula fasilitas sejarah bernama Museum 10 Nopember.
Dikutip dari laman Kemdikbud, Museum Sepuluh Nopember didirikan pada 10 November 1991 untuk mengenang perjuangan pertempuran Surabaya.
Museum ini diresmikan Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 19 Februari 2000.
Bangunan Museum Sepuluh Nopember berada di sebelah Monumen Tugu Pahlawan.
Uniknya, bangunan museum berada di bawah tanah, sehingga hanya atapnya saja yang terlihat.
Penempatan ini dimaksudkan agar tidak mengganggu pemandangan Tugu Pahlawan.
Di dalam Museum Sepuluh Nopember menyimpan memori dan artefak dari perjuangan sebelum dan saat pertempuran 10 November.
Koleksi yang dipamerkan beragam, seperti foto-foto dokumentasi, senjata baik yang dipakai oleh rakyat Surabaya maupun senjata yang pernah dipakai pihak sekutu dan tentara Jepang.
Terdapat pula duplikat surat, hingga pakaian seragam tentara, dan nukilan sejarah yang dilengkapi dengan suara asli.
Koleksi unggulan museum ini adalah suara pidato Bung Tomo.
(Tribunnews.com/Gilang Putranto)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 5 Fakta Hari Pahlawan 10 November yang Harus Diketahui, Peran Bung Tomo hingga Monumen Peringatan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.