Hari Pahlawan
Fakta-fakta Hari Pahlawan 10 November, Kisah Perjuangan Bung Tomo di Surabaya
Simak fakta-fakta Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November di Indonesia. Hari Pahlawan menandai perjuangan Bung Tomo dalam mengusir penjajah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Hari-Pahlawan-2024.jpg)
Pasukan sekutu mendapatkan perlawanan dari pasukan dan milisi Indonesia.
Pertempuran pun berakhir pada 28 November 1945.
Baca juga: Tampang Nurhalisa Abdullah Alias Elis, Sosok Owner Ebudo Handbody Markalak Bikin Badan Gatal-gatal
2) Peran Bung Tomo dan Tokoh Lain
Bung Tomo berperan sebagai pemimpin Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) di Surabaya.
Bung Tomo menginspirasi perlawanan rakyat Surabaya melalui siaran Radio Pemberontakan milik BPRI.
Selain Bung Tomo, terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam menggerakkan rakyat Surabaya pada masa itu.
Seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah, serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan.
Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban pada masa itu membuat Kota Surabaya kemudian dikenang sebagai Kota Pahlawan.
3) Penetapan Hari Pahlawan
Pertempuran di Surabaya menjadi catatan bagaimana perlawanan rakyat mempertahankan kemerdekaan.
Oleh karena itu, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 10 November 1945 sebagai Hari Pahlawan.
Keputusan itu ditetapkan melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.
4) Monumen Tugu Pahlawan
Selain mengenang pertempuran Surabaya dengan penetapan Hari Pahlawan, Monumen Tugu Pahlawan juga menjadi pengenang perjuangan rakyat Surabaya.
Tugu Pahlawan terletak di tengah-tengah kota di Jalan Pahlawan Surabaya, dekat Kantor Gubernur Jawa Timur.