Berita Gorontalo
UNESCO Gelar Pelatihan Cegah Misinformasi Digital, Wikimedia Gorontalo Kirim Perwakilan
Pelatihan ini sebagai upaya menghadapi ancaman misinformasi dan disinformasi yang semakin merajalela di era digital.
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Wikimedia Indonesia bersama UNESCO Jakarta menyelenggarakan pelatihan bertema “Pencegahan Misinformasi dan Disinformasi dalam Platform Digital" pada akhir Oktober 2024 kemarin.
Pelatihan ini sebagai upaya menghadapi ancaman misinformasi dan disinformasi yang semakin merajalela di era digital.
Selai itu, pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan literasi digital dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya informasi yang akurat dan kredibel di dunia maya.
Komunitas Wikimedia Gorontalo, yang aktif mempromosikan literasi digital serta mengelola konten berbahasa Gorontalo, turut berpartisipasi dengan mengirim tiga perwakilan.
Acara pelatihan berlangsung selama dua hari, yaitu 26-27 Oktober 2024 di Makassar.
Tak hanya dihadiri peserta dari Gorontalo, pelatihan ini juga melibatkan 20 peserta dari berbagai kota di Indonesia seperti Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Tahuna, dan Manokwari.
Marwan Mohamad, sukarelawan senior Wikipedia Gorontalo, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya mengenali, menilai, dan menanggulangi misinformasi dan disinformasi yang sering ditemui di platform digital.
“Dalam pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan untuk membandingkan sumber berita yang kredibel dan menggunakan alat bantu digital untuk memverifikasi informasi,” ujar Marwan kepada TribunGorontalo.com, Minggu (3/11/24).
Marwan menjelaskan, peserta juga diajarkan untuk memantau kualitas konten di platform terbuka seperti Wikipedia agar bisa memastikan setiap informasi yang disajikan memiliki kredibilitas yang terjaga.
Berbagai tools digital diperkenalkan kepada peserta, membantu mereka mengevaluasi keakuratan informasi yang tersebar di internet, terutama di platform-platform kolaboratif yang memuat kontribusi dari berbagai pengguna.
Pelatihan di Makassar ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Agustus, dengan sesi pertama di Jakarta (30 Agustus-1 September), dan kemudian di Yogyakarta (12-13 Oktober).
Sesi terakhir akan berlangsung di Medan pada 16-17 November 2024, menyempurnakan upaya kolektif untuk meningkatkan kualitas literasi digital di Indonesia.
Marwan berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif bagi literasi digital di Gorontalo. I
a berharap keikutsertaan Wikimedia Gorontalo dalam pelatihan ini dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya verifikasi informasi dan mengurangi dampak negatif dari penyebaran informasi yang tidak benar.
“Semoga dengan keikutsertaan mereka dalam pelatihan ini, bisa membantu menyelenggarakan literasi digital yang bermanfaat dan mengurangi beredarnya informasi yang menyesatkan,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Para-peserta-pelatihan-Pencegahan-Misinformasi-dan-Disinformasi-dalam-Platform-Digital.jpg)