Selasa, 24 Maret 2026

Proyek Korupsi di Gorontalo

Nasib Proyek Revitalisasi Kota Tua Gorontalo Terancam Skandal Korupsi, Warga Jadi Korban

Dikutip dari laman LPSE Kota Gorontalo, proyek tersebut bernama Revitalisasi Kawasan Pusat Perdagangan pada Koridor Jl. MT. Haryono Cs. Proyek ini men

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Nasib Proyek Revitalisasi Kota Tua Gorontalo Terancam Skandal Korupsi, Warga Jadi Korban
FOTO: Arianto Panambang/TribunGorontalo.com
Kondisi lubang trotoar sebagai proyek revitalisasi Kota Tua Gorontalo, Selasa (29/10/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Proyek revitalisasi kawasan kota tua di Kota Gorontalo  justru menjadi bencana bagi warga.

Padahal, konsep awal proyek ini diharapkan dapat memperindah area pusat perdagangan.

Bahkan, proyek trotoar yang mangkrak itu telah memakan korban.

Bukan hanya satu, warga lokal dan bule luar negeri mengalami kecelakaan akibat terperosok ke got terbuka trotoar ini.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Gorontalo, Dikki Haryadi, mengungkapkan bahwa proyek tersebut mangkrak.

Informasinya, kasus proyek ini berada di bawah pengawasan kejaksaan untuk penyelidikan lebih lanjut. 

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo, Rully Lamusu, membenarkan adanya dugaan korupsi tersebut.

Menurutnya bahwa ada indikasi korupsi pada proyek yang didanai oleh dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun Anggaran 2022 tersebut. 

Rully menyebutkan bahwa kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.

Namun, perhitungan pasti kerugian negara masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Gorontalo.

"Kami masih menunggu hasil perhitungan dari BPKP Provinsi Gorontalo," ujarnya pada Selasa (29/10/2024).

Rully menjelaskan bahwa pihak kejaksaan telah mengumpulkan sejumlah bukti.

Ada pula keterangan dari saksi, tim teknis, serta ahli, dan tengah mengejar pernyataan ahli terkait kerugian negara yang diakibatkan proyek tersebut.

Eks Kasi Intel Kejari Pohuwato itu juga memaparkan bahwa pencairan dana proyek bahkan melebihi progres pekerjaan yang sesungguhnya.

Pada Agustus 2024, Kejaksaan Kota Gorontalo telah menyerahkan permintaan perhitungan kerugian negara kepada BPKP, namun hingga akhir Oktober 2024 belum ada hasil yang diterima.

"Hingga kini kami masih menunggu, mungkin bisa ditanyakan langsung ke BPKP terkait lamanya proses ini," tegas Rully.

Dalam upaya mencegah kecelakaan lanjutan, Dinas PUPR Kota Gorontalo berencana untuk menutup lubang-lubang trotoar yang berbahaya.

Rully menyetujui tindakan ini dengan syarat tidak ada penambahan pekerjaan atau perubahan struktur, mengingat proyek tersebut masih dalam penyelidikan.

Rully juga menekankan bahwa Kejari Kota Gorontalo tidak mengeluarkan larangan atas penutupan lubang di trotoar, asalkan tidak dilakukan penambahan pekerjaan lain. 

Dikutip dari laman LPSE Kota Gorontalo, proyek tersebut bernama Revitalisasi Kawasan Pusat Perdagangan pada Koridor Jl. MT. Haryono Cs. Proyek ini menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Tercatat nilai HPS proyek yang dibuat 3 September 2021 itu sebesar Rp 34,7 miliar. 

Namun nilai itu terkoreksi hingga Rp 29,1 miliar. Pemenang tender proyek adalah PT Reski Aflah Jaya Abadi.

Perusahaan ini beralamat di Jl Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kota Tua ini adalah kawasan perdagangan dan menjadi pusat Kota Gorontalo.

Ada tiga desain yang dibuat. Menghadirkan tiga nuansa; Modern, Klasik, Arab, dan China. 

Nuansa modern di Jl S Parman sejauh 505 meter, sedangkan nuansa klasik di Jl Jendral Sutoyo sejauh 512 meter.

"Nuansa arabic pada jalan Letjen Suprapto sejauh 512 meter dan nuansa china pada jalan M T Haryono sejauh 300 meter.

Proyek ini sudah dimulai sejak 29 Januari 2022 dan ditargetkan selesai pada September 2022.

Warga Jatuh di Trotoar

Nurlaela Maksud, warga Kelurahan Pulubala Kota Gorontalo, terperosok di dalam lubang area trotoar.

Nurlaela kala itu sedang menuju lokasi Gorontalo Half Marathon.

Ia merupakan peserta lomba lari yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Gorontalo pada Minggu (27/10/2024) pagi.

Namun Nurlaela gagal mengikuti lomba karena mengalami kecelakaan.

Tepat di depan Kantor Lurah Biawao, Jalan 23 Januari, Kecamatan Kota Selatan, istri dari Nanang Masaudi ini terperosok ke dalam lubang.

Kondisi gelap membuat Nurlaela tak mengetahui jika trotoar yang dipijaknya memiliki lubang.

Nurlaela pun luka-luka hingga sesak napas. Ia langsung ditangani petugas medis dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Diketahui Nurlaela mengalami patah tulang rusuk.

Namun Nurlaela bukanlah orang pertama.

Pada awal Agustus lalu, sosok konten kreator Gorontalo, Bapu Coki, pernah mengkritisi pemerintah Kota Gorontalo.

Kala itu Bapu Coki menyinggung seorang bule asal belanda, Stam (65) terperosok ke dalam lubang trotoar di Kota Gorontalo.

Bule tersebut berjalan di siang hari namun ia tak menyadari terdapat lubang pada trotoar.

Pantauan TribunGorontalo.com di TKP, terdapat lubang menganga di depan Kantor Lurah Biawao, Selasa (29/10/2024).(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved