Kamis, 12 Maret 2026

Berita Kabupaten Gorontalo

Kerap Di-'Bully', Mahasiswi Gorontalo Ini Akui 3 Kali Nyaris Akhiri Hidup, Kini Ingin Jadi Psikolog

Mahasiswi Gorontalo berinisial FR (22) tiga kali nyaris akhiri hidupnya. FR mengaku frustasi kerap di-bully oleh teman-temannya.

Tayang:
Penulis: Syarifudin Madina | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kerap Di-'Bully', Mahasiswi Gorontalo Ini Akui 3 Kali Nyaris Akhiri Hidup, Kini Ingin Jadi Psikolog
Freepik
Ilustrasi - Seorang mahasiswi frustasi karena sering menjadi korban perundungan (bullying). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Mahasiswi Gorontalo berinisial FR (22) tiga kali nyaris akhiri hidupnya.

FR mengaku frustasi kerap di-bully oleh teman-temannya.

Percobaan pertama kala dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Tetapi niatnya gagal karena sempat dicegah oleh ibunya.

Ibunya pun langsung menasihati FR.

"Mama tidak mau kehilangan anak lagi," tutur ibu FR.

Kemudian saat ia kelas 3 SMA, bahkan FR sempat mencoba hal serupa ketika dirinya kuliah.

Ia merasa saat itu adalah terendahnya, di mana teman-temannya mulai menjauh.

FR saat ini menjalani perkuliahan di universitas swasta Kabupaten Gorontalo.

Namun celaan demi celaan pernah diterimanya.

Ia teringat kata 'anak haram'. Ucapan itu cukup melukai hatinya hingga membuatnya sulit berkonsentrasi.

FR mengatakan bahwa keluarganya sedang tidak baik baik saja.

Selama masa kelam itu, ibunya  selalu menguatkan hatinya.

Ia juga merasa beruntung karena masih ada sosok sahabat yang menemani masa-masa sulit.

FR juga pernah berkonsultasi dengan psikolog hingga menemukan jalan keluar dari masalahnya.

Dari segala pengalaman pahitnya, FR kini bercita-cita menjadi psikolog.

F.R berharap bisa membahagiakan ibunda tercinta.

Baca juga: Gadis 15 Tahun jadi Korban Rudapaksa hingga Hamil, Pelakunya 13 Tetangga, Dipaksa Nikah Siri

Psikolog Ungkap 50 Persen Mahasiswa Gorontalo Punya Niat Bunuh Diri

Psikolog Klinis Gorontalo, Christy Nainggolan
Psikolog Klinis Gorontalo, Christy Nainggolan (Foto: Dok pribadi)

Diberitakan sebelumnya, Christy Nainggolan, Psikolog Klinis Gorontalo, sangat prihatin terhadap kondisi kasus bunuh diri di Provinsi Gorontalo.

Puluhan kasus bunuh diri terjadi sepanjang tahun 2023.

"Ini sebenarnya sudah sangat mengkhawatirkan, khususnya untuk masyarakat Gorontalo," ujar Christy kepada TribunGorontalo.com, Rabu (12/7/2023).

Ia mengaku kaget kasus tersebut terjadi dalam waktu singkat.

Cristy pun bertanya-tanya apakah masyarakat Gorontalo cenderung mengalami masalah mental, tapi tidak terungkap.

"Ini menandakan Gorontalo, warganya sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.

Kata Christy, orang yang ingin bunuh diri pasti sudah memiliki ide untuk bertindak demikian.

"Bunuh diri tuh, orang tahunya kadang hanya didasari oleh masalah sepele. Padahal, sebelum dilakukannya bunuh diri pasti sudah ada proses," ungkapnya.

Wanita berprofesi dosen di dua kampus Gorontalo ini mengaku sudah sering mengadakan screening bagi mahasiswanya.

"Mahasiswa saya aja kadang saya kasih screening untuk deteksi kesehatan mental mereka," akunya.

Christy mengungkapkan fakta bahwa dari keseluruhan mahasiswa yang dilakukan screening, ia menemukan 80 persen mahasiswa memiliki kesehatan mental yang buruk.

Sementara itu, 50 persen mahasiswa itu bahkan sudah punya ide bunuh diri.

Maka dari itu, Christy pun berharap agar pemerintah mengambil langkah cepat untuk mencegah tindakan-tindakan bunuh diri selanjutnya.

"Setidaknya pemerintah memberikan layanan pa torang (kami) kayak fasilitasi torang lah, nanti torang ke masyarakat itu gratis," ucapnya.

Christy pun mengaku pihaknya masih menunggu intruksi dari pemerintah daerah untuk tindakan pencegahan.

Himpunan Psikologi Indonesia bersama Ikatan Psikolog Klinis Sulawesi Utara Gorontalo, lanjut Christy, masih menunggu intruksi dari pemerintah daerah Gorontalo.

"Sebenarnya kami sedang menunggu tindakan dari pemerintah sih ini karena ini sudah kuratif," katanya.

Kata Cristy, dari pihak keluarga dari si korban juga butuh pendekatan.

"Karena kan kita tidak tau keluarga yang ditinggalkan juga kesehatan mentalnya bagaimana," pungkasnya.


*Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

 

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved