Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo
Isak Tangis Noval Male Adik Mendiang Meyke Sosok Korban Kecelakaan Pesawat Sam Air di Gorontalo
Isak tangis Noval Male terdengar jelas di area pekuburan di Jl Kutai, Kelurahan Tamalate, Kota Gorontalo, Senin (21/10/2024).
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Noval-Male.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Noval Male, adik kandung Sri Meyke Male tersungkur di atas makam sang kakak.
Isak tangis Noval Male terdengar jelas di area pekuburan di Jl Kutai, Kelurahan Tamalate, Kota Gorontalo, Senin (21/10/2024).
Noval cukup lama terpaku sembari memegang pusara kakak perempuannya itu.
Tangisannya beriringan dengan lantunan ayat suci alquran.
Meski sejumlah pelayat telah kembali ke rumah duka, Noval tetap bertahan di dekat kuburan.
Seakan tak peduli jubah hitamnya dilumuri tanah, ia terus meratap hingga tersungkur.
Noval ditemani anak sulung Sri Meyke Male, dan Gustin Ishak.
Gustin pun merangkul keponakannya tersebut.
Ia meminta Noval tabah dan iklas menerima takdir Tuhan.
“Noval, kirimkan doa untuk kakakmu, itu yang terbaik untuknya sekarang,” ucap Gustin.
Mendengar ucapan tantenya, Noval berusaha menenangkan diri meskipun air matanya terus mengalir.
Ia mencoba memanjatkan doa dengan suara bergetar, diiringi isak tangis yang sulit terbendung.
Dukungan dari keluarga dan kerabat yang hadir semakin memperkuat suasana penuh keharuan di pemakaman tersebut.
Anak sulung Meyke juga tak mau beranjak dari makam ibunya.
Duka yang dirasakan bukan hanya oleh Noval dan Anak Meyke tetapi juga dirasakan kerabat yang hadir.
Baca juga: Candaan Sri Meyke Male soal Jatuhnya Pesawat Tuan rumah Akan Jadi Orang Kaya
Sri Meyke Male Meninggalkan Suami dan 3 Anak
Sri Meyke Male dikaruniai tiga anak dari pernikahannya dengan Fandy Ahmad.
Anak sulung bernama Nurul Ahmad kelas 2 SMP.
Anak kedua bernama Rafi Ahmad, siswa kelas 2 SD. Sementara anak bungsu bernama Naura, berusia 1 tahun 10 bulan.
Ketiga anaknya tersebut tinggal di rumah orang tua Sri Meyke Male di Jalan Kutai, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Kabar duka itu menyisakan pilu bagi keluarga, terutama ibunda Sri Meyke Male, Sofyan.
Pasalnya, baru saja kembali dari mengantar putrinya itu di Bandara Djalaluddin. Namun beberapa saat kemudian ia mendengar kabar pesawat jatuh.
Diketahui, jarak rumah Sofyan menuju Bandara Jalaludin Gorontalo ditempuh lebih dari satu jam perjalanan darat.
Sementara Bandara Bandara Jalaluddin ke Bandara Panua Pohuwato hanya membutuhkan waktu 30 menit.
Sehingga sang ibu belum tiba di rumah saat insiden itu terjadi.
“Belum sempat sampai di rumah, langsung balik setelah dengar kabar. Sekarang ibunya masih menunggu jenazah di Pohuwato,” ujar Anton Kadir, paman korban, saat ditemui TribunGorontalo.com di rumah duka, Minggu kemarin.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.