Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo
Viral Unggahan Fandy Ahmad sebelum sang Istri Kecelakaan Pesawat Sam Air di Pohuwato Gorontalo
Suami Sri Meyke Male, Fandy Ahmad tak menyangka istrinya akan menjadi korban kecelakaan pesawat Sam Air.
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Unggahan-Fandy-Ahmad-suami-Sri-Meyke-Male-mendadak-viral-di-media-sosial.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Suami Sri Meyke Male, Fandy Ahmad tak menyangka istrinya akan menjadi korban kecelakaan pesawat Sam Air.
Fandy Ahmad menunggu kedatangan Sri di Palu.
Pada malam hari sebelum kejadian, Fandy sempat mengunggah video di media sosial WhatsApp, Sabt8u (19/10/2024) malam.
Video itu menampakkan foto dirinya bersama istri tercinta.
Ia menggunakan lagu “Surat Cinta untuk Starla” untuk menambah kesan mesra dalam unggahan tersebut.
Video itu pun ramai dibagikan oleh keluarga dan kerabatnya.
“Mey meninggal pagi, sementara malamnya pukul 23.26 Wita, suaminya masih sempat membuat status Whatsapp bersama istrinya,” ungkap Amang Habibie, teman Fandy kepada TribunGorontalo.com, Minggu (20/10/2024).
Fandy kini dalam perjalanan dari Palu menuju Gorontalo.
Ia diketahui bekerja sebagai karyawan PLN wilayah Palu, Sulawesi Tengah.
Sri Meyke Male (30) korban pesawat SAM Air jatuh di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo meninggalkan 3 anak yang masih usai belia.
Ketiga anaknya tersebut yakni anak sulung bernama Nurul masih di bangku SMP, anak kedua bernama Rafi duduk di bangku SD, sedangkan anak bungsu Naura masih berusia dua tahun.
Ketiga anaknya tersebut ditinggal di rumah neneknya di Jalan Kutai, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Anak bungsu Sri Meyke, yang baru berusia 1 tahun lebih, terlihat tertidur lelap di kamar korban sambil minum susu dari botol.
Sementara itu, dua anak lainnya yang masih sangat muda juga tertidur di kamar.
Seolah belum sepenuhnya menyadari bahwa mereka baru saja kehilangan ibu tercinta.
Baca juga: Sri Meyke Male Bercanda soal Kematiannya sebelum Kecelakaan Pesawat Sam Air di Pohuwato Gorontalo
Anton Kadir, paman korban ngatakan anak sulung Sri duduk di bangku sekolah dasar. Sementara anak bungsunya baru berusia dua tahun.
“Anak yang paling besar itu masih SD, anak yang paling kecil masih bayi sekitar dua tahun,” ungkap Anton kepada TribunGorontalo.com, Minggu (20/10/2024).
Diketahui korban hendak menuju Palu untuk menemui suaminya.
“Dia (Mey) mau pergi ke Palu untuk menemui suaminya karena mereka akan ada kegiatan yang harus dilakukan bersama,” jelasnya.
Sebelum berangkat, ibu tiga anak ini rupanya sempat bercanda soal kematiannya.
Hal itu diungkapkan oleh Gustin Ishak, kerabat Sri Meyke Male.
“Kalau jatuh di pesawat, tuan rumah akan jadi orang kaya,” ujar Gustin Ishak menirukan perkataan mendiang Sri kepada anak-anaknya.
Saat di Bandara Djalaluddin, keluarga mengantar Sri.
Momen terakhir itu pun sempat diabadikan oleh mereka.
Sri juga tampak memotret keluarganya setelah boarding pass. Ia diketahui akan menemui suaminya di Palu, Sulawesi Tengah.
Pesawat Sam Air jenis PK-SMH (DHC6) ditumpangi Sri jatuh sekitar 300 meter dari landasan pacu Bandara Panua Pohuwato.
Wanita kelahiran 1995 itu satu-satunya penumpang pesawat Sam Air rute Gorontalo-Pohuwato.
Sri Meyke bersama Capt M Saefurubi A, First Officer M Arthur VG, dan teknisi bernama Budijanto tidak terselamatkan.
(TribunGorontalo.com/Nur Ainsyah Habibie)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.