Pesawat Sam Air Jatuh di Gorontalo
Pelayat Diduga Kerasukan di Rumah Duka Korban Kecelakaan Pesawat SAM Air di Gorontalo
Kediaman Sri Meyke Male (30) mendadak rusuh gara-gara seorang pelayat tiba-tiba tak sadarkan diri.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-panik-di-rumah-duka.jpg)
Wanita berusia 30 tahun ini meninggalkan tiga anak.
Anak-anaknya tinggal di Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Gorontalo.
Paman korban, Anton Kadir, mengatakan anak sulung Sri duduk di bangku sekolah dasar. Sementara anak bungsunya baru berusia dua tahun.
“Anak yang paling besar itu masih SD, anak yang paling kecil masih bayi sekitar dua tahun,” ungkap Anton kepada TribunGorontalo.com, Minggu (20/10/2024).
Diketahui korban hendak menuju Palu untuk menemui suaminya.
“Dia (Mey) mau pergi ke Palu untuk menemui suaminya karena mereka akan ada kegiatan yang harus dilakukan bersama,” jelasnya.
Baca juga: Sri Meyke Male Bercanda soal Kematiannya sebelum Kecelakaan Pesawat Sam Air di Pohuwato Gorontalo
Kronologi Kejadian
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Hariyanto , menjelaskan pesawat Sam Air berangkat pukul 07.03 Wita dari Bandara Djalaluddin Gorontalo menuju Bandara Bumi Panua Pohuwato.
Pesawat sempat hilang kontak sesaat sebelum kejadian.
"Pd TW 2010 0722 H Pesawat SAM AIR kontak terakhir dengan AIRNAV Makassar dan informasi diterima pesawat jatuh di area Bandara Bumi Panua Pohuwato," ungkap Hariyanto saat dihubungi TribunGorontalo.com, Minggu (20/10/2024).
Lebih lanjut, Hariyanto mengungkapkan pesawat maut ini merupakan tipe PK SMH berwarna putih.
Saat ini Tim Rescue Pos SAR Marisa menuju ke lokasi menggunakan Truck Personil dan Rescue Car Type I.
Tim dibantu Babinsa Randangan, pihak Bandara Panua, dan masyarakat setempat.
Sebelumnya pesawat Twin Otter milik maskapai PT Semuwa Aviasi Mandiri ini jatuh di wilayah Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato pada Minggu (20/10/2024) pagi Wita.
Pesawat Sam Air berkapasitas 19 penumpang ini mengalami gangguan sesaat sebelum mendarat di Bandara Panua Pohuwato.