Selasa, 10 Maret 2026

Universitas Negeri Gorontalo

Wakil Rektor IV UNG Berikan Kuliah untuk Pemelajar Bahasa Indonesia di Timor-Leste

Wakil rektor IV UNG bidang perencanaan, kerjasama dan sistem informasi memberikan kuliah tamu untuk para pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Wakil Rektor IV UNG Berikan Kuliah untuk Pemelajar Bahasa Indonesia di Timor-Leste
UNG
KUliah Tamu yang diberikan oleh Harto Malik, Wakil Rektor IV UNG Kepada Pemelajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing di Timor-Leste 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Wakil rektor IV UNG bidang perencanaan, kerjasama dan sistem informasi memberikan kuliah tamu untuk para pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Timor-Leste.

Kuliah tamu ini dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan UNG Ke beberapa perguruan tinggi di Timor-Leste.

Harto Malik, Wakil rektor IV berkesempatan memberikan kuliah tamu bagi para penutur Bahasa Asing yang ingin belajar Bahasa Indonesia.

Harto dipercayakan untuk memberikan kuliah tamu dengan topik "Lohidu sebagai Sastra Lisan Gorontalo" kepada 80 pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Pusat Budaya Indonesia di Timor-Leste.

Dalam kuliah tamu tersebut, Harto lebih banyak berdiskusi dan memperkenalkan Sastra Lohidu yang ada di Gorontalo kepada masyarakat internasional.

Dengan memperkenalkan budaya Gorontalo kepada masyarakat luar Indonesia dapat menciptakan hubungan budaya antarbangsa yang kuat.

“Melalui kuliah tamu ini, UNG ingin memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya Gorontalo kepada masyarakat internasional, sekaligus memperkuat hubungan budaya antarbangsa,” ujar Harto.

Menurutnya kegiatan ini merupakan bagian dari program internasionalisasi UNG, yang tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan budaya Indonesia khususnya Gorontalo kepada dunia, tetapi juga memperkuat pertukaran ilmu dan pengalaman antarbangsa.

Harto berharap kuliah tamu ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa internasional khususnya di Timur-Leste, untuk mengenal lebih banyak aspek budaya Gorontalo dan Indonesia pada umumnya.

“Kami berharap mahasiswa Timor-Leste dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal, dan semoga ini mempererat persahabatan antara UNG dan komunitas internasional,” pungkasnya.

Lohidu merupakan jenis pantun yang dilontarkan menggunakan Bahasa Gorontalo yang diselingi dengan Bahasa Melayu.

Lohidu pada umumnya dilagukan di beberapa tempat untuk menghilangkan penat seperti di kebun, di sawah, atau di tengah hutan, dan di perahu pada waktu menangkap ikan.

Lohidu ini juga dapat dilantunkan oleh segala jenis kalangan baik pria maupun wanita dari masih anak-anak hingga orangtua.

Karena Lohidu merupakan salah satu sastra Gorontalo, makanya di jadikan sebagai warisan tak benda dari Gorontalo.

(ADV)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved