PEMPROV GORONTALO
Provinsi Gorontalo Bakal Jadi Penyokong Sektor Pertanian hingga Pariwisata untuk IKN
Provinsi Gorontalo akan menjadi daerah penyokong berbagai sektor vital untuk pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wisata-Religi-Bubohu-dan-Pasar-Hewan-Ternak.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Provinsi Gorontalo akan menjadi daerah penyokong berbagai sektor vital untuk pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sektor itu meliputi industri berbasis pertanian, peternakan hingga pariwisata.
Hal itu dipaparkan oleh Pj Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin, dalam pertemuan 6th Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area Chief Ministers, Governors, and Local Governments’ Forum (BIMP-EAGA CMGLF) di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Rabu (16/10/2024).
Rudy menyampaikan perkembangan pembangunan IKN diharapkan dapat menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
“Peluang investasi di industri berbasis pertanian yang bisa dikembangkan di Provinsi Gorontalo ada sapi potong dengan ketersediaan pakan hijauan unggul di Kabupaten Boalemo dan budidaya rumput laut di Pohuwato. Di Kalimantan Utara ada pengembangan padi Adan dan organik,” papar Rudy.
Rudy juga mengusulkan BIMP-EAGA agar membangun destinasi wisata terpadu.
Ada banyak destinasi wisata unik di Gorontalo yang bisa dikembangkan, di antaranya Pulau Saronde, Lombongo, Benteng Otanah, taman laut Olele, Danau Limboto, dan wisata religi di Desa Bubohu.
“Kawasan BIMP-EAGA mempunyai potensi wisata yang unik. Kami mengusulkan untuk menjalin kerja sama antar daerah di bidang pariwisata,” ujarnya.
Konektivitas antar wilayah perbatasan, maritim dan ekspor menjadi bagian yang dalam peningkatan kerja sama.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekspor di Pelabuhan Indonesia-EAGA pada tahun 2023 turun sebesar 16 persen dengan nilai USD8.998,34, yang pada tahun sebelumnya tercatat sebesar USD10.673,09. Sementara untuk impor di tahun 2023 mencapai USD5.636,02, atau naik dari tahun 2022 sebesar USD3.841,92.
Baca juga: 600 Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Kadin Gorontalo Minta Pemprov Tinjau Regulasi Jam Operasional
Rudy Salahuddin dalam paparannya juga menyampaikan perlunya penguatan peran pemerintah daerah dalam BIMP-EAGA.
Menurutnya, pemerintah daerah memainkan peranan penting dalam menghubungkan kegiatan perekonomian di kawasan BIMP-EAGA, menyelaraskan, mendukung, dan memanfaatkan kerja sama dengan mitra pembangunan, pertukaran infomasi dan data, peningkatan kapasitas, serta membangun mekanisme kelembagaan yang stabil untuk CMGLF.
“BIMP-EAGA harus menjadi inisiatif praktis untuk mempersempit kesejangan pembangunan dengan menciptakan peluang ekonomi dan menghubungan kegiatan lintas batas,” pungkasnya. (Adv)