Rabu, 11 Maret 2026

Berita Gorontalo Utara

Pelabuhan Anggrek Bisa Tingkatkan Perekonomian Daerah, Warga Gorontalo Utara Puji Jokowi

Sejumlah warga Gorontalo Utara menyebut pembangunan Pelabuhan Anggres dapat meningkatkan perekonomian daerah.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pelabuhan Anggrek Bisa Tingkatkan Perekonomian Daerah, Warga Gorontalo Utara Puji Jokowi
TribunGorontalo.com
Pelabuhan Anggrek di Desa Ilangata, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Anggrek – Sejumlah warga Kabupaten Gorontalo Utara menyebut pembangunan Pelabuhan Anggrek dapat meningkatkan perekonomian daerah.

Mega proyek Presiden Jokowi ini mempermudah prosek ekspor-impor di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

"Mereka mendapatkan kesempatan untuk mengekspor sampai ke luar negeri dengan muda, roda perekonomian pengusaha dan masyarakat Gorontalo lebih terjaga," ungkap Yulinda Talib kepada TribunGorontalo.com, Rabu (16/10/2024). 

Pendapat serupa dilontarkan Martanti.

Warga Gorut itu berharap pelabuhan di Desa Ilangata Kecamatan Anggrek tersebut bisa mengakomodasi logistik.

"Ini otomatis akan meningkatkan kegiatan ekonomi baik masyarakat, perdagangan domestik maupun internasional," ucapnya.

Ia pun memuji Presiden Jokowi karena sudah lebih dari sekali berkunjung ke Gorontalo selama 10 tahun masa jabatannya.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin, mengatakan pengembangan Pelabuhan Anggrek akan menjalankan roda perekonomian berupa kegiatan ekspor-impor, adanya kawasan ekonomi ataupun food estate.

"Harapannya kita bisa ekspor ke luar dengan nilai berkali-kali lipat,” tutur Rudy saat meninjau pengembangan pelabuhan, yang terletak di Desa Ilangata, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, beberapa waktu lalu.

Rudy menilai Pelabuhan Anggrek memiliki letak yang cukup strategis. 

Oleh karena itu, ia mengharapkan revitalisasi yang ditangani PT AGIT tersebut dapat segera dipercepat penyelesaiannya.

“Kontribusi AGIT ini sangat positif, jadi kami sangat mengapresiasi karena memang ini adalah salah satu proyek yang sangat kita harapkan dapat segera terealisasi,"

"Kita punya banyak komoditas ekspor, sehingga dengan adanya pembangunan dan penambahan tiga kali lipat dari eksisting, maka dapat meningkatkan kegiatan ekspor,” ucap Rudy.

Diketahui, Pelabuhan Anggrek mulai dikelola oleh PT. AGIT yang merupakan pemenang proyek Pengelolaan Pelabuhan Anggrek dengan skema pendanaan kreatif non APBN melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sejak tahun 2021.

Saat ini, PT. AGIT juga memperoleh dukungan pembiayaan dari PT. Indonesia Infrastructure Finance (IIF), salah satu perusahaan pembiayaan yang mendukung pengembangan infrastruktur sektor pelabuhan di Indonesia.

Proyek dengan nilai investasi Rp1,4 triliun ini diklaim sebagai proyek tercepat dalam proses KPBU Kementerian Perhubungan (Kemenhub) jika dibandingkan dengan proyek lainnya yang diprakarsai oleh pemerintah. 

Baca juga: 4 Mega Proyek Pembangunan Infrastruktur di Gorontalo Kenang-kenangan Presiden Jokowi

Profil Singkat Proyek KPBU Pelabuhan Anggrek

Lingkup proyek KPBU Pelabuhan Anggrek meliputi beberapa hal diantaranya:

1. Penyediaan dermaga untuk peti kemas yang dapat mengakomodir kapal bertambat sebesar 30.000 DWT.
2. Penyediaan dermaga untuk general cargo yang dapat mengakomodir kapal sebesar 10.000 DWT.
3. Penyediaan kegiatan bongkar muat barang, peti kemas, curah serta penyediaan dan pelayanan jasa terkait kepelabuhanan lainnya sesuai dengan Perjanjian Penyelenggaraan Proyek KPBU.

Adapun nilai investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 1,4 Triliun dan biaya operasional sebesar Rp 5,2 Triliun. Masa konsesi selama 30 tahun dengan pengembalian besaran pendapatan konsesi 2,5 persen per tahun dari Pendapatan Kotor dapat dinaikkan secara progresif serta pembagian kelebihan keuntungan (clawback) sebesar 50 % disetorkan oleh Badan Usaha dalam penyediaan infrastruktur.

PT Anggrek Gorontalo International Terminal (AGIT), merupakan konsorsium yang memenangkan lelang proyek tersebut yang terdiri dari empat perusahaan, yaitu PT Gotrans Logistics International, PT Anugerah Jelajah Indonesia Logistic, PT Titian Labuan Anugrah dan PT Hutama Karya (Persero). 

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved