Gorontalo Terkini
Gorontalo Outer Ring Road jadi Penggerak Ekonomi dan Solusi Kemacetan di Masa Presiden Jokowi
Selain mempermudah akses antarwilayah, GORR juga berfungsi mendukung konektivitas tiga daerah penghasil jagung utama di Gorontalo, yaitu Kota Gorontal
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) sepanjang 46,2 kilometer, yang menghubungkan Bandara Djalaluddin dengan Pelabuhan Gorontalo, telah membawa dampak signifikan bagi kehidupan warga setempat.
Selain menghubungkan dua titik transportasi utama, jalan ini juga terintegrasi dengan pusat-pusat ekonomi di Kota Gorontalo, ibu kota Provinsi Gorontalo, sehingga mempermudah mobilitas warga dan mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Heppy Darusmawan, salah seorang warga yang tinggal di dekat jalur GORR, mengungkapkan bahwa proyek yang dimulai pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menurutnya, jalan ini tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga mengurangi kemacetan yang sebelumnya menjadi momok bagi pengguna jalan.
"Alhamdulillah, dengan adanya jalan GORR, masyarakat bisa lebih mudah bepergian tanpa harus khawatir terjebak macet," ujar Heppy saat diwawancarai pada Rabu (16/10/2024).
Selain kemudahan mobilitas, Heppy juga menyoroti keberadaan fasilitas penerangan di sepanjang jalur GORR, khususnya di kawasan Tapa.
Pemasangan lampu merkuri di sepanjang jalan tersebut telah berkontribusi pada penurunan angka kecelakaan, terutama pada malam hari.
"Lampu-lampu merkuri sudah terpasang di banyak titik, jadi pengendara bisa lebih aman saat melintasi jalan ini pada malam hari," tambahnya.
Dampak positif dari pembangunan jalan GORR juga dirasakan oleh warga lainnya, termasuk Rasidin Lawani, warga Desa Bandungan.
Ia menuturkan bahwa keberadaan jalan ini telah menghidupkan kembali usaha-usaha kecil dan menengah (UMKM) di sepanjang jalur tersebut, dengan semakin banyaknya warung yang dibangun di sisi jalan.
"Kondisi jalannya mulus dan tanpa lubang, jadi pengendara tidak perlu khawatir. Program pemerintah ini berdampak sangat positif pada perekonomian masyarakat," ujar Rasidin.
Rasidin juga berharap program-program serupa terus dilanjutkan di masa mendatang, terutama di era kepemimpinan yang baru.
"Semoga program-program infrastruktur seperti ini tetap berlanjut, dan dapat melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh pemerintahan Jokowi," tutupnya.
Pembangunan GORR yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, telah dimulai sejak 2014 oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Gorontalo.
Proyek ini terbagi dalam tiga segmen, dengan segmen pertama sepanjang 15,7 kilometer yang masih menyisakan 1,47 kilometer jalan belum tersambung dan pembangunan jembatan di STA 7+700-8+500.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-10-17_Kondisi-Jalan-GORR-melalui-program-Presiden-RI-Joko-Widodo-Rabu-16102024.jpg)