Human Interest Story
Perjuangan Giat Liputo, Anak Nelayan Gorontalo, dari Pulau Kecil hingga Raih Segudang Prestasi
Pria yang pada 2024 ini berusia 2024 tahun, adalah anak seorang nelayan. Meski begitu, ia membuktikan bahwa mimpi besar bisa terwujud meski berasal da
Penulis: Syarifudin Madina | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Cerita-Moh-Giat-Liputo-Anak-seorang-Nelayan-menceritakan-Hidup-ditanah-Perantauan.jpg)
Mulai dari Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA), Senat Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra, Pusat Informasi Konseling Remaja, hingga Forum Duta Genre Gorontalo dan Ikatan Duta Bahasa Gorontalo.
Ia pun aktif sebagai relawan di komunitas-komunitas sosial seperti Public Speaking Community dan Dompet Dhuafa.
Giat juga tak hanya berprestasi dalam organisasi. Pada tahun 2022, ia terpilih mengikuti program pertukaran mahasiswa yang membawanya kuliah di Universitas Negeri Surabaya selama enam bulan.
Tahun berikutnya, ia berhasil menjalani magang di Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI Gorontalo) selama empat bulan.
Pengalaman-pengalaman ini menambah kecintaannya pada dunia komunikasi dan jurnalistik.
Deretan prestasi Giat tak berhenti di situ. Pada 2021, ia meraih Juara 2 Duta Genre Gorontalo, disusul dengan posisi Harapan 3 Duta Budaya di tahun yang sama.
Dalam dunia seni, ia juga mengukir prestasi dengan menjadi juara 2 dalam lomba penulisan puisi tingkat fakultas, yang kemudian dilanjutkan dengan juara harapan 3 di tingkat universitas.
Pada 2022, Giat dinobatkan sebagai Juara 2 Putra Saronde, serta Juara 2 Putra Gorontalo Utara (Gorut).
Motivasi besarnya kini adalah menjadi jurnalis handal, public speaker berpengaruh, dan penulis terkenal.
“Harapan saya adalah bisa menginspirasi lebih banyak orang melalui tulisan dan komunikasi, serta memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya penuh semangat.(*)