Selasa, 3 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Izrak Lahunga, Penjual Es Cendol di Pasar Gorontalo

Izrak Lahunga (53) warga Desa Tupa Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Gorontalo, menjual es cendol.

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Izrak Lahunga, Penjual Es Cendol di Pasar Gorontalo
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
Izrak Lahunga, penjual es cendol 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Izrak Lahunga (53) warga Desa Tupa Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Gorontalo, menjual es cendol.

Setiap hari ia berjualan dari pasar ke pasar demi membiayai pendidikan anak-anaknya.

Anak tertuanya kini kuliah di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Saat ditemui TribunGorontalo, Izrak saat itu sedang berjualan di pasar Minggu, Telaga pada Minggu (13/10/2024).

Meski diterpa terik matahari, Izrak sabar menunggu pembeli.

Peluhnya tergambar dari keringat membasahi wajah.

Izrak mengatakan dirinya mulai menjual es sejak 2018.

Awalnya ia berjualan es mambo. Kemudian beralih ke es cendol.

"Ini es cendol sudah sekitar tiga tahun lebih," ungkapnya.

Setiap hari Izrak membawa gerobak es dari rumahnya menuju pasar-pasar di Gorontalo.

"Pindah-pindah saya. Kalau hari Minggu di Telaga, hari Kamis di pasar Kampung Bugis, dan kadang di Pasar Andalas," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (13/10/2024).

Izrak berangkat dari rumah mulai pukul 08.00 Wita. Ia biasanya membutuhkan waktu satu jam untuk sampai di tempat tujuan.

"Saya berangkat itu biasa setengah jam atau sejam di perjalanan, gerobak saya tarik menggunakan bentor saya," ucapnya.

Baca juga: Cerita Atika Zakaria, Sosok Remaja Gorontalo Lestarikan Budaya Karawo Lewat Buku

Izrak terkadang pulang pukul 12.00-13.00 Wita.

Selain berjualan, ia juga sering membawa bentor untuk menambah pendapatan.

Apalagi saat musim hujan ia terpaksa tidak berjualan.

"Kalau musim hujan saya tidak jualan, jadi kadang saya cari uang di bentor," terangnya.

Izrak memiliki lima orang anak. Dua anaknya sudah selesai kuliah.

Sementara tiga anak lainnya masih menempuh pendidikan. 

"Yang sementara saya biayai ini anak saya yang masih kuliah di UNG, semeter tiga jurusan Kesmas, sedangkan yang satunya masih SD," pungkasnya.

Harga cendol dijual seharga Rp5 ribu per gelas.

Ada pula es mambo seharga Rp1 ribu per picis.

Izrak berharap anak-anaknya bisa menempuh pendidikan tinggi dan bisa mengangkat derajat orang tuanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved