Berita Kota Gorontalo
Warga Gorontalo Pertanyakan Proyek Kanal Tanggidaa 'Mau Sampai Kapan Ditunda Terus?'
Warga Kota Gorontalo kembali mempertanyakan proyek kanal Tanggidaa yang tak kunjung rampung.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-kanal-Tanggidaa-Kota-Gorontalo-Minggu-6-Oktober.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Warga Kota Gorontalo kembali mempertanyakan proyek kanal Tanggidaa yang tak kunjung rampung.
Pengerjaan proyek Kanal Tanggidaa yang berlarut-larut menyisakan jalan berlubang di beberapa titik.
Pantauan TribunGorontalo.com di simpang empat Istana Disc Kota Gorontalo terdapat lapisan kayu yang digunakan untuk menutupi beton di sekitar terowongan.
Terdapat juga tumpukan tanah hingga sampah di area tersebut. Tumpukan tanah sudah mulai ditumbuhi rumput liar.
Total sekitar 30 meter sisa pengerjaan proyek Kanal Tanggidaa Kota Gorontalo itu, namun hingga saat ini belum selesai.
Supardi, warga Kota Gorontalo, mempertanyakan proses penyelesaian kanal tanggidaa tersebut.
"Ini sudah terlalu lama, kapan selesainya? Masyarakat di sini sudah mulai resah kanal tidak selesai. Jalan juga rusak terus tidak diperbaiki," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (6/10/2024).
Supardi menjelaskan aktivitas warga di sekitar Jalan Hos Cokroaminoto terganggu terutama pelaku UMKM.
"Karena debu ini kan berterbangan ketika kendaraan lewat, jadi menganggu penjual makanan. Ada rumah makan, penjual nasi kuning dan lain lain," jelasnya.
Baca juga: Erwinsyah Ismail Beber Alasan Proyek Kanal Tanggidaa Kota Gorontalo Molor Ada Persoalan Hukum
Supardi juga menyinggung janji pemerintah bahwa kanal Tanggidaa rampung di bulan September 2024.
"Nah sekarang sudah Oktober, kapan selesainya? Mau sampai kapan ditunda terus?" tukasnya.
Diketahui proyek kanal Tanggidaa menggunakan sumber Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini mulai dikerjakan sejak 18 Mei 2022.
Artinya, pengerjaan proyek ini sudah berlangsung dua tahun lebih.
Kanal Tanggidaa membentang di sepanjang Jl Hos Cokroaminoto, Kelurahan Heledulaa, Kota Timur, Kota Gorontalo.
Total panjang kanal ini mencapai 2,4 kilometer (km). Saat ini pengerjaan proyek tersebut berada di simpang empat Jl Hos Cokroaminoto dan Jl Cendrawasih, tepatnya di depan Istana Disc.
Sebelumnya Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Aiysah Ibrahim, dalam pertemuan dengan Anggota DPRD Provinsi dan Penjabat Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin, pada Minggu (2/6/2024), mengumumkan bahwa pengerjaan proyek tersebut akan dimulai pada minggu ketiga bulan Juni.
"Kami targetkan pengerjaan dimulai pada minggu ketiga bulan Juni," ungkap Aiysah.
Keputusan ini disambut antusias oleh berbagai pihak, termasuk Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Paris RA Jusuf.
"Kita harus bisa menghilangkan kanal ini dari diskusi, penyelesainya harus disegerakan," kata Paris.
Pencairan sisa anggaran Rp 4,9 milyar dari Dirjen Pertimbangan Keuangan RI menjadi kunci dimulainya kembali pengerjaan Kanal Tanggidaa.
Namun, dana tersebut memiliki persyaratan, yaitu proyek harus selesai di September 2024.
Oleh karena itu, pihak PUPR akan segera mengatur anggaran dan proses pengadaan dengan aturan yang memungkinkan penunjukan langsung.
"Setelah semua itu selesai, pengerjaan proyeknya bakal dikerjakan pada minggu ketiga bulan Juni," ungkap Aiysah.
Menanggapi hal tersebut, Pj Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin menyampaikan, telah mengetahui lebih awal permasalahan proyek tersebut.
“Kebetulan pas saya sampai sini memang sudah ada demo soal Kanal Tanggidaa ini. Saya langsung menelfon Dirjen Pertimbangan Keuangan di Kemenkeu, saya sampaikan ini urgen, dan tanggal 27 Mei disetujui anggaran Rp 4,9 miliar tersebut. Tapi kata pak Dirjen, kesempatan dana itu hanya sampai September 2024. Jadi sebelum September ini harus selesai,” tegasnya.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.