Human Interest Story
Cerita Risnawati, Pemilik Usaha Produksi Kain Karawo, Dapat Pembiayaan BTPN Syariah Gorontalo
Cerita Risnawati Upa, warga Pulubala Gorontalo yang membangun usaha produksi kain karawo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Risnawati-Upa-warga-Pulubala-Gorontalo-yang-membangun-usaha-produksi-kain-karawo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Cerita Risnawati Upa, warga Pulubala Gorontalo yang membangun usaha produksi kain karawo.
Risnawati Upa mengatakan usahanya bermula dari pembiayaan Rp 3 juta dari BTPN Syariah
Kini, usaha Risnawati semakin berkembang dan pembiayaan terus meningkat hingga Rp 5 juta sejak menjadi nasabah BTPN Syariah.
Risnawati mengatakan awalnya omzetnya sekitar Rp 5 juta per bulan, kini meningkat menjadi Rp 8 juta per bulan.
Dia mengaku perkembagan usahanya tak lepas dari pendampingan yang diberikan BTPN Syariah.
"Saya mendapatkan manfaat dengan adanya kumpulan karena tidak merasa berjuang sendiri, tapi bersama-sama dan saling menginspirasi satu sama lain. Jadi, bukan hanya tahu cara mengelola keuangan agar dapat mengangsur tepat waktu, tapi juga mendapatkan pengetahuan dan pendampingan," tutur Risnawati.
Abdul Samad Antu, Suami Risnawati mengaku bangga atas usaha istrinya yang terus berkembang dalam setahun terakhir. Dia mengaku sang istri makin pintar mengalola keuangan karena adanya pendampingan BTPN Syariah
“Saya bangga sekali memiliki istri yang pintar dan berdaya. Oleh karena itu, saya percaya bahwa istri juga akan menjaga keluarga lebih baik dan lebih pintar lagi,” jelas Abdul.
Ia pun mendukung penuh sang istri mengikuti kumpulan rutin BTPN Syariah setiap dua minggu sekali.
“Saya mendukung istri untuk kumpulan BTPN Syariah dan semoga suami-suami nasabah atau masyarakat inklusi lain juga mendukung sang istri, karena saya melihat sendiri manfaat dari kegiatan tersebut,” jelas Abdul
Camat Pulubala, Fitriyati Pakaya mengapresiasi pendampingan dilakukan BTPN Syariah dalam memberikan akses pembiayaan dan memberdayakan masyarakat inklusi .
Ia mengakui bahwa pendampingan memang diperlukan bagi masyarakat inklusi agar mereka memiliki kehidupan yang lebih berarti.
"Saya mendukung dan apresiasi pendampingan yang dilakukan oleh BTPN Syariah karena langsung menjemput bola ke kumpulan ibu-ibu, terlebih ibu-ibu tidak hanya mendapatkan akses keuangan tapi juga akses pengetahuan. Ini merupakan manfaat yang sangat berarti bagi mereka,” tutur Fitriyati.
Kepala Desa Pongongaila Gorontalo Hamsah Biu turut mengapresiasi pendampingan BTPN Syariah kepada masyarakat inklusi di area setempat. Pasalnya, hal tersebut membantu aparat dalam mengentaskan kemiskinan di Desa Pongongaila.
“Ibu-ibu jadi lebih berdaya. Selain mendapatkan akses keuangan berupa permodalan untuk usaha, ibu-ibu nasabah diberikan pelatihan cara mengelola keuangan yang baik. Sehingga ini secara tak langsung bisa membantu manajemen kemiskinan dalam satu tahun terakhir,” jelas Hamsah.
| Sosok Cindy Sakila Dauda, Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Gorontalo |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|