Gempa Bumi
BMKG Pastikan Gempa Bumi Magnitudo 5.2 di Gorontalo Tak Sebabkan Tsunami
Gempa yang berlokasi pada koordinat 0.48 Lintang Utara dan 122.31 Bujur Timur membuat sebagian warga panik, terutama mereka yang tinggal di pesisir.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Posisi-gempa-bumi-di-Boalemo-Gorontalo-Selasa-sore-01102024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Masyarakat Gorontalo sempat dikejutkan oleh gempa bumi dengan magnitudo 5.2 pada Selasa sore.
Guncangan yang terjadi pukul 15:10:39 Wita tersebut berpusat di 6 km barat daya Boalemo, dengan kedalaman 94 km.
Meski terasa kuat, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa yang berlokasi pada koordinat 0.48 Lintang Utara dan 122.31 Bujur Timur membuat sebagian warga panik, terutama mereka yang tinggal di pesisir.
Namun, BMKG dengan cepat merilis pernyataan bahwa gempa ini tergolong gempa tektonik dalam dan tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk memicu tsunami.
Guncangan Terasa hingga Daerah Sekitar
Masyarakat di Boalemo dan daerah sekitarnya melaporkan merasakan guncangan yang cukup kuat, namun tidak berlangsung lama.
Beberapa warga di pusat kota Gorontalo bahkan sempat keluar dari bangunan untuk mengantisipasi adanya gempa susulan.
Seorang warga bernama Rahmat (45), menyebutkan, “Guncangannya terasa cukup kencang, tapi hanya sebentar. Kami langsung keluar rumah karena takut ada gempa susulan.”
Warga mengungkapkan, guncangan tersebut memang cukup dirasakan di beberapa wilayah sekitar, namun intensitasnya menurun seiring dengan jarak dari pusat gempa.
BMKG mengimbau tetap tenang dan tidak mudah terpancing kabar yang belum tentu benar, terutama terkait isu tsunami yang sempat beredar di media sosial.
Fenomena Gempa Tektonik Dalam
Dugaanya gempa ini merupakan jenis gempa tektonik dalam yang disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Laut Sulawesi yang menekan Lempeng Eurasia.
Gempa seperti ini umum terjadi di wilayah Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik, salah satu kawasan paling rawan gempa di dunia.
Meski terasa kuat, gempa dengan kedalaman lebih dari 70 km cenderung kurang berisiko memicu kerusakan besar ataupun tsunami.