KSOP Tendang Pedagang
Petugas KSOP Kendari Dicopot Gara-gara Aksinya Tendang Pedagang Viral di Medsos
KSOP Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) itu viral lantaran aksinya menendang dengan brutal sebuah dagangan milik warga.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang petugas Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dicopot setelah aksinya viral di media sosial (medsos).
KSOP Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) itu viral lantaran aksinya menendang dengan brutal sebuah dagangan milik warga.
Pada video yang viral tersebut, sempat terlihat sebuah kapal bersandar di pelabuhann. Seperti pada umumnya, setiap ada penumpang turun, pedagang pun berebut menjejal produknya.
Namun, pada detik berikutnya, tampak seorang petugas KSOP yang bertugas datang marah-mara ke pedagan.
Ia tak cuma marah, tapi juta menendang dagangan seorang ibu-ibu di depan pintu keluar kapal tersebut.
Ia menendang barang pedagang asongan itu hingga botol-botolnya terlempar dari styrofoam yang digunakan sebagai meja.
Petugas itu juga terlihat melontarkan kata-kata ancaman kepada pedagang asongan tersebut.
Unggahan video tersebut pun dibanjiri komentar dari para warganet yang mengecam aksi petugas KSOP Kendari tersebut.
Dilansir dari TribunnewsSultra, peristiwa petugas KSOP menendang barang pedagang asongan itu terjadi di Pelabuhan Nusantara, Kendari, Sultra pada Selasa (16/9/2024).
Petugas KSOP yang viral tersebut bernama Agus.
Sementara, pedagang asongan yang menjadi korban bernama Wa Cili.
Berdasarkan keterangan Agus, peristiwa tersebut bermula ketika dirinya menegur para pedagang asongan yang berjualan di dermaga.
Agus mengaku, sudah beberapa kali menegur para pedagang asongan itu karena berada dekat akses keluar masuk kapal.
Kendati demikian, kata Agus, tegurannya itu tidak dihiraukan oleh para pedagang.
"Terkait kejadian kemarin saya ini sudah sering menegur itu penjual. Penjual dilarang berjualan di dermaga," ucap Agus, Rabu (18/9/2024).
"Jadi saya sudah sering sekali mungkin ibu Wa Cili ini mungkin pernah ketemu dengan saya," katanya.
"Saya juga sudah sampaikan kepada beliau ibu jangan berjualan di dermaga, itu saya sopan sekali," tambahnya.
Agus pun berjanji bahwa aksi arogan itu tidak akan kembali terjadi di kemudian hari.
"Tidak akan terulang kembali, saya janji demi nama Tuhan saya tidak akan terulang kembali," ujar dia.
"KSOP Kendari saya minta maaf dan saya siap untuk mendapat hukuman," lanjutnya.
Sementara itu, Wa Cili mengatakan setelah pertemuan tersebut dirinya telah memaafkan oknum tersebut dan sudah berdamai.
"Iya sudah (dimaafkan)," ucapnya.
Ia juga mengakui lokasi penjualan mereka tempat yang dilarang.
"Iya (benar dilarang), Saya sudah 15 tahun menjual," ujarnya.
Di sisi lain, Agus kini sudah tidak lagi menjabat sebagai Petugas KSOP Kelas II Kendari.
Kepala Seksi KBPP KSOP Kendari, Capt Agung Kurniawan menegaskan, aksi yang dilakukan anggotanya itu tidak dibenarkan.
"Itu terjadi kemarin, pada waktu dia pengamanan keberangkatan kapal," ucap Agung, dikutip dari TribunnewsSultra, Rabu (18/9/2024).
"Ini karena faktor emosi sesaat sehingga melakukan tindakan tersebut, tetapi itu tindakan yang salah," tambahnya.
Atas kejadian itu, Agung Kurniawan pun telah mencopot sementara jabatan Agus sebagai petugas dinas kepolisian atau Provos.
"Tadi pagi kami telah melakukan tindakan memanggil dan memeriksa pelaku sehingga mengaku salah, tetapi hukuman tetap kami berikan," jelasnya.
Selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepala KSOP Kelas II Kendari untuk ditindaklanjuti di Kementerian Perhubungan.
"Selanjutnya kami akan melaporkan ke Kepala KSOP Kendari untuk ditindak lanjuti di pusat," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KSOP-tendang-pedagang.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.