SMK Kesehatan Digembok
SMK Kesehatan Gorontalo Akan Dibuka Setelah 2 Minggu Tersegel, Pembelajaran Dimulai Senin Depan
Keputusan ini diambil setelah dialog intensif antara pemilik lahan, orang tua murid, dan komite sekolah, yang digelar pada Kamis (19/9/2024).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Setelah hampir dua pekan disegel, SMK Kesehatan Bakti Nusantara Gorontalo akhirnya dipastikan akan kembali dibuka pada Senin, 23 September 2024.
Keputusan ini diambil setelah dialog intensif antara pemilik lahan, orang tua murid, dan komite sekolah, yang digelar pada Kamis (19/9/2024).
Dialog tersebut berlangsung di salah satu ruangan sekolah SMK Kesehatan, yang berlokasi di Jalan Bali III, Kelurahan Pulubala, Kota Gorontalo.
Sufri Lamadlauw, penguasa lahan yang bertindak atas dasar putusan Pengadilan Negeri (PN) Gorontalo, menyatakan keprihatinannya atas terhentinya proses pembelajaran tatap muka selama hampir dua pekan.
Namun, ia juga mengakui bahwa sengketa lahan yang terjadi tidak bisa dihindari.
“Saya merasa tidak tega melihat anak-anak tidak belajar selama dua pekan, tetapi masalah lahan ini juga perlu diselesaikan,” ungkap Sufri dalam dialog tersebut.
Belasan orang tua murid turut hadir dalam pertemuan ini, menyampaikan keluh kesah mereka terkait penutupan sekolah yang berdampak pada pendidikan anak-anak mereka.
Mereka berharap agar Sufri bisa segera mengakomodasi kepentingan para siswa dengan membuka kembali akses ke sekolah.
Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya semua pihak mencapai kesepakatan untuk membuka kembali SMK Kesehatan pada hari Senin mendatang.
"Telah terjadi kesepakatan hari ini antara orang tua dan penguasa lahan, dan proses pembelajaran akan dimulai pada Senin, 23 September 2024," jelas Rulianto Podungge, perwakilan dari komite sekolah.
Informasi tersebut langsung disampaikan kepada seluruh orang tua siswa dan tenaga pengajar SMK Kesehatan Bakti Nusantara Gorontalo.
Para orang tua terlihat sangat senang dengan keputusan tersebut, dan dalam waktu dekat mereka berencana mendatangi pihak terkait untuk mempercepat proses pembebasan lahan yang masih dalam sengketa.
Selama dialog berlangsung, situasi tetap kondusif berkat kehadiran petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas dari Kelurahan Pulubala, yang turut mengamankan jalannya pertemuan.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, diharapkan para siswa SMK Kesehatan dapat segera kembali ke kelas dan melanjutkan kegiatan belajar mengajar tanpa hambatan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.