Berita Viral
Sosok Epan Padli Nikahi Dua Gadis Sekaligus, Respon Keluarga Jadi Sorotan
Epan, yang menikah dengan dua gadis dalam satu waktu, duduk di pelaminan bersama kedua istrinya, Halima Leti dan Purnama Linda, dalam pesta yang dige
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sosok-Epan-Fadli-viral-di-media-sosial.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kisah Epan Padli (25) yang menikahi dua gadis sekaligus di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, viral di media sosial dan menjadi sorotan.
Epan, yang menikah dengan dua gadis dalam satu waktu, duduk di pelaminan bersama kedua istrinya, Halima Leti dan Purnama Linda, dalam pesta yang digelar Sabtu (14/9/2024).
Peristiwa ini memancing perhatian warga hingga kepala desa setempat.
Bagaimana reaksi keluarga kedua mempelai wanita setelah mengetahui putri mereka dinikahi oleh pria yang sama?
Apakah mereka menerima atau ada unsur paksaan? Simak penjelasan lengkapnya berikut.
Kepala Desa Pauh, Aziz, membenarkan pernikahan yang viral ini.
Menurutnya, Epan yang berasal dari Desa Pauh menikahi dua wanita sekaligus, Halima Leti dari Desa Pauh I dan Purnama Linda dari Palembang.
Aziz menjelaskan, akad nikah telah dilangsungkan satu bulan sebelumnya, namun pesta pernikahan baru digelar di rumah Epan pada 14 September 2024.
Epan sendiri diketahui telah bertunangan dengan Halima setelah lulus sekolah.
Namun, saat bekerja di Palembang, ia bertemu Purnama dan menjalin hubungan hingga akhirnya menikahi kedua wanita tersebut.
Aziz menambahkan bahwa semua pihak telah menyepakati pernikahan ini tanpa adanya paksaan.
"Sudah ada surat keterangan dari ketiga belah pihak keluarga, bahwa mereka setuju menikah dan menerima untuk dimadu," jelasnya.
Pernikahan dimulai dengan akad Epan dan Halima, yang kemudian disusul dengan akad Epan dan Purnama seminggu kemudian.
Dalam resepsi, kedua mempelai wanita duduk di sisi Epan di pelaminan yang sama, mengapit suami mereka.
Sosok Epan Fadli Nikahi 2 Gadis Cantik Sekaligus
Sosok Epan Fadli viral di media sosial seusai pesta pernikahannya yang diapit dua wanita di kursi pelaminan jadi sorotan.
Epan merupakan soerang pria di Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan.
Pesta pernikahan itu diketahui digelar Sabtu (14/9/2024).
Informasi dihimpun pengantin pria merupakan bujangan bernama Epan Padli (25).
Sementara dua pengantin wanita semuanya berstatus gadis bernama Halima Leti dan Purnama Linda.
Di antara mereka berdua ada yang sudah berusia 20 tahun, dan satunya lagi masih di bawah umur yakni 19 tahun.
Warga setempat yang juga masih keluarga pengantin pria membenarkan peristiwa tersebut.
Namun dia mengaku enggan berkomentar lebih lanjut mengenai pernihan itu.
"Kamu telepon Pak Kades bae, intinyo memang ado nikahan sikok penganten lanang, duo pengantin betino," katanya singkat.
Kepala Desa Pauh, Aziz saat dikonfirmasi membenarkan adanya pernikahan yang viral tersebut.
"Iya itu pengantinnya sekaligus dua pengantin wanita," ujarnya.
Dia mengatakan awalnya akad nikah sudah dilangsungkan sejak satu bulan lalu.
Namun hari ini baru dilaksanakan hajatan pesta pernikahan di rumah mempelai pria.
"Kalau pengantin pria itu warga kami Desa Pauh, kalau pengantin perempuan ada yang dari Palembang, ada yang dari Desa Pauh I," katanya.
Dia menjelaskan, awalnya pengantin pria setelah tamat sekolah sudah memiliki tunangan di Desa Pauh I yakni Halima Leti.
Lalu dia merantau kerja di Kota Palembang, dan ternyata menemukan pacar baru yakni Purnama Linda.
"Mungkin jodohnya sekali nikah dapat dua, tapi kemarin sudah ada surat keterangan, dari tiga belah pihak keluarga, bahwa mereka mau nikah tanpa paksaan dan mau dimadu," ujarnya.
Azis mengungkapkan, pertama kali yang melakukan akad nikah itu Epan dan tunanganya yang berasal dari Desa Pauh I, Halima Leti.
Lalu seminggu kedepan dilanjutkan dengan akad nikah dengan pacarnya yang dari Palembang yakni Purnama Linda.
"Hari ini pestanya di rumah mempelai pria, di Desa Pauh," katanya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.