Berita Nasional Terkini
Supri Pungut Paku Setiap Hari di Jalan, PP 10 Km Dibayar Rp 10 Ribu Demi Biayai Anak di Pesantren
Pak Supri, yang kini tinggal di Bekasi bersama majikannya, berkeliling jalanan setiap hari untuk mengumpulkan paku dan besi bekas.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Supri-menangis-kala-dapat-uang-seember-dari-donatur.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sosok Pak Supri, seorang pemungut paku dan besi asal Muara Enim, Palembang, menjadi viral di media sosial.
Pria berusia 49 tahun ini mengais rezeki di jalanan demi menghidupi keluarganya yang tinggal di Karawang, Jawa Barat.
Meski hidup sederhana, perjuangannya untuk mencari nafkah menyentuh hati banyak orang.
Pak Supri, yang kini tinggal di Bekasi bersama majikannya, berkeliling jalanan setiap hari untuk mengumpulkan paku dan besi bekas.
Ia biasa menempuh jarak sekitar 10 kilometer, dengan berjalan kaki sejauh 5 kilometer pergi dan 5 kilometer pulang, mengutip dari Tribun Jabar.
Hasil kerja kerasnya itu hanya memberinya penghasilan Rp 10.000 dari sekitar 200 gram besi dan paku yang dikumpulkannya.
Pada hari yang baik, dia bisa membawa pulang hingga Rp 75.000.
Penghasilan tersebut digunakan untuk menyekolahkan putra sulungnya yang mondok di pesantren di Tasikmalaya.
Selain itu, Pak Supri juga harus menafkahi dua anak lainnya serta istrinya yang tinggal di Karawang.
Kondisi ini membuat Pak Supri harus berjauhan dari keluarganya demi mencari nafkah di luar kota.
Kejutan Rezeki untuk Pak Supri
Kisah Pak Supri semakin viral ketika video dirinya mendapat rezeki tak terduga dari seorang dermawan bernama Diosi Budi Utama tersebar di media sosial.
Dalam video tersebut, Diosi dengan sengaja menyembunyikan uang di ember tempat Pak Supri mengumpulkan paku.
Ketika Pak Supri menemukannya, dengan jujur ia mengaku bahwa uang tersebut bukan miliknya.
Namun, setelah dijelaskan bahwa uang tersebut adalah pemberian untuknya, Pak Supri tak kuasa menahan tangis haru.
Aksi ini membuat kisah Pak Supri semakin dikenal luas, dan warganet pun tergerak untuk memberikan donasi.
Berkat kebaikan hati banyak orang, Pak Supri akhirnya mendapatkan bantuan sebesar Rp 4 juta yang sangat berarti bagi keluarganya, terutama untuk membayar biaya pesantren anaknya.