Sabtu, 14 Maret 2026

Viral Nasional

Mengaku Ditinju Paspampres saat Berfoto dengan Presiden Jokowi, Mahasiswa Samarinda: Untung gak Mati

Pria bernama Yulianus Agung itu mengaku kesakitan setelah bogem mentah Paspampres mendarat di dadanya. 

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Mengaku Ditinju Paspampres saat Berfoto dengan Presiden Jokowi, Mahasiswa Samarinda: Untung gak Mati
SS ViralVideo
Momen Yulianus Agung saat berfoto dengan Presiden Jokowi. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang mahasiswa Samarinda, Kalimantan Timur, mengaku ditinju Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Pria bernama Yulianus Agung itu mengaku kesakitan setelah bogem mentah Paspampres mendarat di dadanya. 

“Untung saya gak mati, hantamannya itu keras,” ungkap Yulianus dikutip dari TribunJatim.com, Selasa (10/9/2024).

Yulianus merupakan mahasiswa Universitas Mulawarman Samarinda.

Ia mampu menyerobot hingga bisa mendekati Presiden Jokowi untuk berfoto. 

Ia sempat meminta foto dengan Jokowi serta menyapanya dari jarak yang sangat dekat.

Sayangnya, ia langsung ditarik Paspampres untuk menjauhi presiden dua periode tersebut. 

Yulianus masih sempat merekam senyum Jokowi, sebelum akhirnya ia diminta ke belakang kerumunan. 

Kronologi Lengkap

Awalnya Yulianus menerobos paspampres demi bisa mendekati Jokowi yang berdiri di samping mobil.

Ia kemudian tampak selfie seraya merekam aksinya itu.

Presiden Jokowi yang melihat Yulianus mendekat hanya diam dan tersenyum tipis seraya menunduk memberikan sapaan.

Setelah itu mahasiswa hukum Universitas Mulawarman itu berlalu pergi menjauh.

"Terima kasih iya pak," katanya.

Aksi Yulianus Agung Ngindi Ate membuat Paspampres meradang.

Ia langsung ditarik oleh seorang pria dengan cukup kuat.

"Hey kamu jangan terlalu dekat gitu ya," kata Paspampres.

"Ya maaf pak maaf, makasih pak ya," jawab Yulianus.

"Kalo kamu jangan kaya gitu ya," ucap Paspampres kembali menengaskan.

"Siap," jawab sang mahasiswa.

Tak disangka, saat itu Yulianus mendapat pukulan keras di dadanya hingga membuatnya kaget.

Ia sontak langsung menunduk dan berteriak kesakitan sembari memegang dadanya.

"Saya dihantam," katanya meringis kesakitan.

"Udah udah bawa ke belakang," teriak orang orang disekitarnya.

Yulianus Geram Dihantam Paspampres: Untung Saya Gak Mati!

Yulianus kemudian merasa tak terima lantaran dirinya mendapatkan pukulan dari Paspampres.

Ia merasa tak bersalah karena sudah meminta maaf atas aksinya yang menerobos mendekati Presiden Jokowi.

"Saya dihantam saya Paspampres, saya dipukul sama pasukan pengaman Presiden tadi, dihantam hanya karena foto sama Presiden," kata Yulianus.

Ia menyayangkan sikap Paspampres tersebut, lantaran bersikap yang menurutnya berlebihan. Apalagi kata dia, Jokowi adalah Presiden Indonesia.

Sebagai warga Indonesia, wajar jika ia ingin menyapa presidennya secara langusung.

"Itu Presiden Republik Indonesia dan Presiden rakyat Indonesia, kenapa saya harus dihantam sama Paspampres?," tanyanya. 

Apalagi kata dia, Presiden Jokowi malah tak masalah saat ia mendekat dan meminta foto. Ia pun menyesalkan sikap Paspampres

Yulianus mengaku sudah sangat sopan sehingga tak terima dan syok akibat perlakuan Paspampres terhadap dirinya.

"Presiden bukan punya mereka saja, saya sudah minta dengan hormat, sa sudah datang dengan sopan, sa juga sudah minta maaf, kenapa saya harus dihantam, gak boleh begitu," curhat Yulianus.

Menurutnya, Paspampres mestinya tidak main hantam masyarakat. Jika diberitahu baik-baik, ia rasa akan mengerti. 

"Gak boleh begitu, saya gak tahu Paspampresnya siapa, tapi saya mahasiswa hukum, saya begini karena itu Presiden saya," celotenya.

"Paspampres menjaga Presiden dan melindungi rakyat, kalau main hantam hantaman ini Negara hukum pak, dan ini videonya lengkap dan saya dihantam pun ada, saya sudah minta maaf tapi saya masih dihantam sama Paspampresnya, untuk info Samarinda sampaikan atau viralkan video ini, saya begini datang minta foto sama Presiden kan karena itu Presiden saya, saya mahasiswa hukum pak Universitas Mulawarman, saya juga udah minta maaf kalau itu salah tapi jangan dihantam dipukul sayanya, saya gak tahu siapa, intinya dia pasukan Presiden, terima kasih," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved