Kesehatan
Berikut 7 Fakta Daging Kambing, Bantah Mitos Bikin Hipertensi, Malah Jadi Daging Tersehat
Berikut tujuh fakta dari daging kambing yang bantah mitos daging kambing bikin darah tinggi malah disebut jadi daging merah tersehat.
“Lalu kok bisa orang yang makan jadi kolesterolnya naik, lehernya tegang? Itu karena masak daging kambingnya menggunakan bumbu kecap yang sangat berlebihan,” ujarnya.
Biasanya disebutkannya daging kambing diolah menjadi sate, tongseng hingga tengkleng.
Sehingga menurutnya yang membuat kolesterol seseorang naik usai menyantap hidangan daging kambing lantaran komponen bumbu-bumbu yang ada di dalam ya.
Yakni bumbu garam dan kecap yang berlebihan.
Dianggap Daging Merah Tersehat
Daging kambing dianggap sebagai salah satu daging merah tersehat.
Mengutip Healthline daging kambing lebih rendah lemak jenuh dan kolesterol.
Tak hanya itu daging kambing juga lebih tinggi zat besi dibandingkan daging merah atau putih lainnya.
Nutrisi Daging Kambing
Daging kambing merupakan sumber nutrisi yang baik, termasuk protein , zat besi, vitamin B12, zinc, dan potasium.
Daging ini juga rendah lemak total dan lemak jenuhnya dibandingkan dengan daging merah lainnya.
Porsi daging kambing matang seberat 3 ons (85 gram) terdapat kandungan:
- Kalori: 122
- Protein: 23 gram
- Lemak: 2,6 gram
- Lemak jenuh: 0,8 gram
- Karbohidrat: 0 gram
- Gula: 0 gram
- Serat: 0 gram
- Riboflavin: 30 persen dari Nilai Harian (DV)
- Besi: 18 persen dari DV
- Vitamin B12: 17 persen dari DV
- Seng: 30 persen dari DV
- Kalium: 10 persen dari DV
Campurkan Sayuran dan Rempah Pilihan
Terdapat beberapa tips mengolah daging kambing tanpa takut kolesterol meningkat termasuk mencampurkannya dengan sayuran.
Mengutip MSIG, mencampurkan sayuran dalam olahan daging kambing dapat mengurangi senyawa berbahaya selama proses pencernaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/vdfgvfrg.jpg)