Human Interest Story
Inspirasi dari Film, Faari Fadlurahman Hadju Mahasiswa Gorontalo Sulap Mobil jadi Kafe Keliling
Faari Fadlurahman Hadju (24) menyulap mobil menjadi kafe keliling di Kota Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Churros-Van-di-Jl-John-Ario-Katili-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Faari Fadlurahman Hadju (24) menyulap mobil menjadi kafe keliling di Kota Gorontalo.
Ia ditemani rekannya Firmansyah (24) itu kerap mangkal di Jalan Pandjaitan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Faari saat ini berstatus mahasiswa Universitas Ichsan Gorontalo.
Ia tinggal di Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.
Kafe keliling ini baru dua minggu beroperasi.
Faari memberi nama usahanya itu Churros Van.
"Konsepnya itu cafe mobile, jadi kami pindah-pindah tempat," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (21/8/2024).
Ia mengatakan, awalnya ia terinspirasi dari film Indonesia, Filosofi Kopi.
Faari dan Firmansyah membuka usahanya mulai pukul 17.00 Wita di sekitar simpang empat Jl Panjaitan Kota Gorontalo.
"Jadi kami buka itu sebenarnya fleksibel. Kadang siang, tergantung request. Tapi operasional yang pasti kami jam 17.00 Wita sudah buka," ucap Faari.
"Biasanya kami masuk di kantor-kantor, kalau ada yang mau request di acara-acara," tambahnya.
Keduanya kerap berjualan di tempat wisata seperti di Danau Perintis dan juga Pantai Kurenai.
"Jadi kami kalau hari libur kami cari tempat wisata," katanya.
Mereka menutup kafe sekira pukul 23.00 Wita hingga 00.00 Wita.
"Pembeli biasa jam 20.00 Wita sudah lumayan ramai, tapi biasa juga sore itu sudah ada yang membeli satu, dua orang," jelasnya.
Pembeli kata Faari, umumnya lebih banyak anak-anak hingga remaja.
"Paling banyak anak muda, tapi ada juga yang tua," ucapnya.
Baca juga: Cerita Heppy Darusmawan, Lulusan Sarjana Pertanian jadi Tukang Bengkel demi Hidupi Anak dan Istri
Faari mengaku menemui kendala ketika tempat penuh dengan kendaraan lain.
"Kami kan jualan tergantung lahan, ini kan di sebelah ada tempat makan, jadi kalau parkiran penuh kami tidak bisa jualan," ungkap Faari.
Ia juga bersyukur berjualan di mobil ini lebih mudah, ia bisa masuk di mana saja tempat yang ramai.
"Enaknya di sini tempatnya fleksibel, jadi kami bisa masuk di mana tempat yang ramai," ucapnya.
Ia berharap ke pemerintah agar para pedagang keliling begini dibuatkan satu tempat yang menjadi pusat jualan.
"Kami berharap pedagang keliling, entah di motor mobil dan lainnya, dibuatkan dalam satu tempat. Jadi di situ jadi pusat UMKM bagi pedagang seperti kami," ucapnya.
Faari menambahkan, produk yang mereka jual itu menu utama churros. Jadi churros itu donat goreng dengan berbagai varian toping.
"Churros itu sebenarnya jajanan yang sudah lumrah di Jawa tapi di Gorontalo masih sedikit yang tahu," pungkasnya.
Tidak hanya itu produk yang mereka jual juga ada minuman kopi, teh dan lainnya. Berikut menu tersedia:
Kopi
• Americano, Rp17.000
• Cappucino, Rp17.000
• Espreso, Rp8.000
• Mango coffee, Rp18.000
• Amor signature, Rp19.000
• Van coffee, Rp10.000
Teh
• Lemon tea, Rp13.000
• Strawberry tea, Rp15.000
• Mango tea, Rp15.000
• Van tea, Rp13.000
Menu lain:
• Mango yakult, Rp15.000
• Strawberry yakult, Rp15.000
• Mango milky, Rp15.000
• Vanilla yakult, Rp15.000
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.