Human Interest Story

Cerita Darwin Paso, Penjual Es Krim Keliling di Bulango Utara Gorontalo

Darwin Paso (36) merupakan penjual es keliling. Ia tinggal di Desa Bunuo, Kecamatan Bulango Utara, Bone Bolango, Gorontalo.

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
Darwin Paso menjual es krim saat perayaan HUT RI di Kabupaten Bone Bolango pada Sabtu (17/8/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Darwin Paso (36) merupakan penjual es keliling.

Ia tinggal di Desa Bunuo, Kecamatan Bulango Utara, Bone Bolango, Gorontalo.

Darwin saat ini dikenal sebagai sosok ayah ramah dan penuh semangat. 

Setiap pagi, Darwin mempersiapkan segala keperluan dagangannya.

Ia senantiasa membunyikan musik khas penjual es kirim.

Darwin mengaku senang melihat senyum ceria di wajah para pelanggannya.

Setiap kali Darwin melewati jalan-jalan desa, dia selalu berhenti di depan rumah anak-anak kecil yang bermain di halaman. 

Darwin menawarkan es berharga murah kepada anak-anak.

Darwin berjualan mulai pukul 09.00 Wita hingga 16.00 Wita.

Ia akan berkeliling dari Kecamatan Bulango Utara atau Bulango Ulu.

Baca juga: BREAKING NEWS: Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Jalan GORR Gorontalo

Meski jalanan di Bulango Ulu tak mulus, ia memaksakan diri untuk ke sana. 

Kadang juga Darwin berjualan di area Tapa.

Darwin saat ini dikaruniai satu anak perempuan.

Ia mengaku dalam sehari bisa mendapat omzet Rp100 ribu. 

Namun ketika berada di pusat keramaian, Darwin biasa meraup Rp.300 ribu.

"Kalau ada acara itu kita bisa banyak yang membeli tapi kan acara itu tidak selalu ada," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (18/8/2024).

"Saya dari pagi sudah turun dari rumah tapi saya keliling dulu, nanti sore pas acara dimulai (upacara HUT RI) saya sudah mangkal di sini," jelasnya.

Darwin menjelaskan hasil dari menjual es ia gunakan untuk keperluan rumah tangga seperti membeli beras, dan juga biaya anaknya sekolah.

Darwin berjualan es sejak 2017 hingga sekarang.

Harga es krim dijual Darwin bervariasi.

Jika memakai kerupuk seharga Rp3 ribu, cangkir (cup) seharga Rp5-7 ribu. Sementara untuk ukuran gelas dan es buah Rp10-15 ribu.

Kendala berjualan es krim adalah musim hujan. 

Darwin mengungkapkan suatu hari saat ia berjualan cuaca tiba-tiba berubah. 

Angin kencang dan awan gelap lalu hujan mulai turun, namun, dia tetap melanjutkan perjalanannya.

Tapi saat di perjalanan, cuaca kemudian cerah. Darwin pun bersyukur. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved