HUT RI di Gorontalo
Cerita Riziq Affan Kaluku Jadi Komandan Pasukan 17 Paskibraka HUT RI Level Provinsi Gorontalo
Perjalanan Riziq Affan Kaluku menjadi contoh nyata bahwa dengan tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah, mimpi yang tampak jauh sekalipun bisa m
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/prosesi-penaikan-bendera-merah-putih-di-Rudis-Gubernur-Gorontalo-Sabtu-1782024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Riziq Affan Kaluku, siswa Madrasah Aliyah Al-Khairat Gorontalo Utara, berhasil mencatatkan namanya sebagai Komandan Pasukan 17 dalam upacara pengibaran bendera pada HUT Kemerdekaan RI ke-79 tahun 2024 di Provinsi Gorontalo.
Perjalanan Affan menuju posisi prestisius ini penuh dengan tantangan dan perjuangan yang menginspirasi.
Ketertarikan Affan terhadap dunia Paskibraka bermula pada tahun 2019 saat ia masih duduk di bangku SMP.
Ia terpesona dengan penampilan Paskibraka yang ia saksikan di televisi setiap tanggal 17 Agustus. Sejak saat itu, tekadnya untuk menjadi anggota Paskibraka semakin kuat.
Baca juga: 158 Napi Lapas Pohuwato Gorontalo Dapat Potongan Masa Tahanan di HUT RI
"Mulai dari situ saya suka sekali, tiap kali 17 Agustus saya lihat," ujar Affan kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (17/8/2024).
Namun, perjalanan Affan tidaklah mulus. Rasa minder sempat menghantuinya karena tinggi badannya tidak sesuai dengan kriteria ideal Paskibraka.
Meski begitu, semangatnya tidak surut ketika seleksi Paskibraka dibuka. Dengan keyakinan dan doa, Affan memberanikan diri untuk ikut seleksi.
"Ikut saja dengan modal bismillah," katanya dengan penuh semangat.
Affan mengikuti setiap tahap seleksi dengan dedikasi tinggi, tanpa pernah membayangkan bahwa dirinya akan menempati posisi penting sebagai komandan.
Baginya, menjadi anggota Paskibraka saja sudah cukup memuaskan.
Baca juga: Upacara Bendera HUT RI ke-79 di Bone Bolango, Dihadiri Bupati dengan Naik Bentor
"Saya cuma suka jadi Paskibraka tapi tidak menyangka jadi komandan," tambahnya dengan nada rendah hati.
Dalam upacara pengibaran bendera, Affan diberikan tanggung jawab besar sebagai Komandan Pasukan 17.
Pada sore harinya, ia kembali mengemban amanah sebagai komandan kelompok 8 saat penurunan bendera.
Tugas ini tentu bukan hal yang mudah, karena ia harus menghafal setiap gerakan dan aba-aba dengan sempurna.
"Masih deg-degan ini, tapi cuma bismillah saja," ungkap Affan, menggambarkan perasaannya saat menghadapi tanggung jawab besar tersebut.