Gorontalo Terkini

Pameran Roh Laut Perupa Gorontalo Manfaatkan Limbah Kayu jadi Karya Seni

Pria yang kerap disapa “Jon Kabila” itu memamerkan karya-karya seni miliknya di Huntu Art Distik, Desa Huntu Selatan, Bone Bolango, Gorontalo. 

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
doc Artdisk
Karya seni Halid Mustapa alias “Jon Kabila” memanfaatkan limbah-limbah laut. 

 Kayu yang terapung itu begitu tenang seakan melayang antara batasan horizon laut dan langit. Ia

Roh laut sendiri merupakan pameran tunggal perdana yang ia lakukan. 

Jika sebelumnya, Halid kerap mengikuti pameran secara komunal bersama dengan seniman lainnya, kali ini, ia mencoba untuk unjuk gigi melalui karya miniatur yang telah lama ia geluti.

Pameran roh laut ini menampilkan puluhan karya yang diciptakan dari hasil “memungut” sampah di tepian pantai. 

Selama kurun waktu setahun, Halid mencoba memungut sampah kayu, plastik, bekas tali, hingga bagian-bagian perahu untuk dirangkai dengan sensibilitas yang tinggi, menjadi sebuah bentuk yang abstrak, unik, penuh magis, dan mengunggah siapa saja yang menikmatinya untuk merenungi kehidupan laut seturut dengan problem sampah yang melingkupinya.

Karya-karya hasil dari buah tangan Halid, menyuguhkan interpretasi unik mereka tentang lautan sebagai sumber inspirasi.

 Setiap karya dalam pameran ini menggambarkan kekayaan alam bawah laut, mitos dan legenda maritim, serta hubungan manusia dengan lautan yang telah berlangsung sejak zaman dahulu.

Karya yang ditampilkan mencakup berbagai media, termasuk serat, kayu, logam, jaring, bahan fiber. 

Melalui eksplorasi material ini, Halid mencoba menangkap esensi dari lautan—baik dalam bentuk kehidupan laut yang dinamis maupun dalam keheningan yang mendalam di dasar Teluk Tomini.

Halid secara tidak langsung ingin mengunggah kesadaran ekologis kita akan laut dengan sampah yang kerap manusia hasilkan. 

Meskipun sering memperlakukan laut bak tempat sampah raksasa, namun laut selalu memberikan kita kehidupan dengan keragaman hayati. 

Roh laut adalah semacam pesan bagi manusia untuk kembali merefleksikan diri, bahwa manusia seharusnya menjaga keharmonisan alam dengan kesadaran ekologis yang penuh.

Pameran ini rencananya akan dilangsungkan mulai 10 Agustus hingga Oktober 2024 dan dapat dinikmati selama kegiatan Pasar Ambuwa di Huntu Art Distrik (Hartdisk).

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved