Berita Nasional
Perjuangan Elsa Jalan Kaki 3,4 Km ke Sekolah Tuai Simpatik, Dapat Sepeda hingga Bantuan Tabungan
Kondisi ini membuat Elsa harus berjuang lebih keras untuk melanjutkan pendidikannya. Dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com via Bangka Pos.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Elsa, seorang siswi SMP dari SMPN 2 Maronge, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mencuri perhatian banyak orang setelah kisah perjuangannya tersebar.
Setiap hari, Elsa harus menempuh perjalanan sejauh 3,4 kilometer dengan berjalan kaki untuk sampai ke sekolah.
Hal ini terpaksa dilakukannya karena kondisi ekonomi keluarganya yang memprihatinkan. Ibunya bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Brunei Darussalam, sedangkan ayahnya sedang menderita sakit ginjal.
Kondisi ini membuat Elsa harus berjuang lebih keras untuk melanjutkan pendidikannya. Dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com via Bangka Pos.
"Kemarin saya jalan kaki ke sekolah dengan jarak 3,4 kilometer. Bapak sedang sakit dan kakak tidak bisa mengantar ke sekolah," ucap Elsa, seraya menahan air mata.
Kisah Elsa yang penuh kesederhanaan dan ketabahan mendapat perhatian publik setelah sebuah video mengenai perjuangannya viral di media sosial.
Video tersebut mengungkapkan betapa Elsa hanya membawa ubi sebagai bekal makanan di sekolah, yang sering ia jual untuk membeli nasi.
"Kalau ubi itu bekal dari ibu untuk makan di sekolah. Tapi saya jual agar bisa beli nasi di sekolah,” jelas Elsa.
Guru Elsa, Zubaidha, yang juga wali kelas adik Elsa, mengambil inisiatif untuk menggalang dana guna membantu meringankan beban Elsa.
Bantuan berupa tabungan pendidikan dan sepeda diserahkan langsung kepada Elsa, yang tidak dapat menahan haru saat menerima bantuan tersebut.
Rasa syukur dan kebahagiaan jelas terlihat dari wajah Elsa yang basah oleh air mata dan kulit yang memerah.
Dana sebesar Rp 5,3 juta berhasil dikumpulkan untuk mendukung pendidikan Elsa.
Dengan bantuan ini, Elsa tidak hanya bisa menghemat waktu perjalanan ke sekolah—yang sebelumnya harus ditempuhnya dengan berjalan kaki—tetapi juga mendapatkan jaminan biaya pendidikan yang lebih baik.
Zubaidha juga menyediakan rekening bank untuk menyimpan tabungan pendidikan Elsa, yang akan diberikan setiap minggu guna memastikan penggunaan yang tepat.
Selain bantuan uang, sejumlah warga juga memberikan donasi berupa kasur dan perlengkapan sekolah. Tabungan pendidikan yang diterima Elsa akan digunakan untuk membiayai sekolahnya di masa mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tangis-Elsa-siswi-SMP-jalan-kaki-34-km-ke-sekolah.jpg)