Anak Keracunan Makanan
Ibu Korban Ungkap Kronologi Anak-anak Keracunan setelah Makan Mie pada Acara Ultah di Kota Gorontalo
Ibu korban mengungkapkan kronologi sebelum anak-anak keracunan makanan di acara ultah.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sumarni-tengah-menemani-anaknya-dirawat-di-RSUD-Otanaha.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ibu korban mengungkapkan kronologi sebelum anak-anak keracunan makanan di acara ultah.
Sumarni mengaku keponakannya adalah pemilik acara tersebut.
Sumarni lantas membeberkan mie dipesan oleh keluarganya dari penjual di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Kota Gorontalo.
Mie olahan itu kemudian dibuat mie goreng.
"Makanan dari mie basah mie kuning, yang dibeli di pabrik di Biawu itu. Mie kuning baru dibikin mie goreng," kata Sumarni kepada wartawan, Selasa (6/8/2024).
Diketahui insiden berlangsung di Kelurahan Bullide, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.
Seorang anak tiba-tiba muntah setelah mengonsumsi mie goreng sekira pukul 17.00 Wita, Senin (5/8/2024).
"Cuma muntah, pertama muntah baru mencret sakit perut," ujarnya.
Saat itu para tamu undangan sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.
Sebelumnya, anak-anak berusia 2-11 tahun itu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Otanaha.
Maryam Tanju, ibu korban lainnya mengungkapkan anaknya sudah lemas.
"Dia (anaknya) sudah dehidrasi parah jadi ke rumah sakit," kata Maryam.
Baca juga: BREAKING NEWS: 7 Anak di Kota Gorontalo Alami Keracunan setelah Makan Mie pada Acara Ulang Tahun
Korban mulai membaik
Kepala Seksi IGD dan Rawat Inap RSUD Otanaha, dr Sofyan Adam, kondisi ketujuh korban berangsur membaik.
"Alhamdulilah sekarang sih aman. Dehidrasi ringanlah, tidak dehidrasi berat," kata dr Sofian kepada wartawan, Selasa (6/8/2024).
Anak-anak itu kini masih dirawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat, RSUD Otanaha.
Hal ini dikarenakan ruangan khusus anak sedang penuh.
Sofyan menjelaskan, para korban akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap.
"Di ruangan kan penuh, jadi untuk sementara di sini dulu. Nanti segera dipindahkan ke ruangan," tambahnya.
Diketahui korban terdiri dari anak-anak usia 2 hingga 11 tahun.
Sementara satu remaja berumur 20 tahun telah diperbolehkan pulang ke rumahnya.
Hingga kini pihak RSUD Otanaha masih menunggu hasil lab pemeriksaan dari sampel Dinas Kesehatan.
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.