Sabtu, 21 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Jemi sang Pemilik Bengkel di Kota Gorontalo, Berjuang demi Biayai Sekolah 4 Anak

Jemi (44), pemilik bengkel di Jalan HB Jassin, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, berbagi kisah hidupnya.

Tayang:
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Jemi sang Pemilik Bengkel di Kota Gorontalo, Berjuang demi Biayai Sekolah 4 Anak
TribunGorontalo.com/Faisal
Jemi berbagi pengalaman usaha bengkel di Kota Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Jemi (44), warga Jalan HB Jassin, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, berbagi pengalaman membuka usaha bengkel motor.

Jemi tinggal tak jauh dari bengkel miliknya itu.

Setiap hari ia buka mulai pukul 08.40 Wita.

Jemi mengantar anak-anaknya ke sekolah.

Satu anak Jemi masih TK, sedangkan dua lainnya duduk di bangku SD. Sementara anak sulungnya saat ini siswa SMA.

Sejak tamat SMP, Jemi langsung bekerja di bengkel.

Bengkelnya terbilang sederhana. Ban motor dan mobil bekas masih layak pakai untuk dijual di bengkel tersebut.

Bengkel ini, kata Jemi, satu-satunya harapan hidup memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Bengkel ini satu-satunya, harapan untuk kebutuhan sehari-hari. Termasuk uang jajan anak saya ke sekolah," ucap Jemi.

Jemi membeberkan, terhitung sejak tujuh tahun bengkel berdiri, pendapatannya tak menentu.

Bahkan ia mengaku pernah tidak dibayar oleh pemilik kendaraan.

"Kadang ada yang datang isi angin atau tambal ban, tapi tidak bayar," tuturnya.

"Cuma bisa sabar, tukang bengkel begini harus sabar. Ragam karakter kan masuk. Kadang ada yang mengerti, ada juga yang tidak," imbuhnya.

Kondisi bengkel milik Jemi
Kondisi bengkel milik Jemi (TribunGorontalo.com/Faisal)

Baca juga: Cerita Heru Ahmad Bisnis Kursi Rotan di Gorontalo: Dulu Omzet Ratusan Juta Rupiah, Kini Sepi Peminat

Dalam sehari kadang ia menerima pemasukan Rp 100 ribu. Namun pada momen tertentu saja.

"Paling ramai itu saat bulan ramadan, juga malam lebaran. Hasilnya dicukupkan untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Jemi berharap bisa mencukupi kebutuhan keluarga, utamanya biaya sekolah anak-anaknya.

Jemi tidak ingin anak anaknya bernasib sama seperti dia.

"Saya sangat berharap, masa depan anak-anak saya akan bagus. Saya akan berusaha untuk itu. Biar mereka bisa terus sekolah.

Ia pun rela bekerja keras demi membiayai pendidikan anaknya sampai ke perguruan tinggi.

"Kalau saya masih kuat, insyaallah saya usahakan sampai duduk di perguruan tinggi," pungkasnya.

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved