Gorontalo Terkini
Kesepakatan Terabaikan, Warga Desa Kopi Gorontalo Keluhkan Jalan Berdebu dan Mobil Ugal-Ugalan
Namun, kesepakatan tersebut tampaknya mulai pudar, meninggalkan masalah-masalah baru bagi warga setempat, Sabtu (03/8/2024).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jalan-Desa-Kopi-Bone-Bolango-Gorontalo-____.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Otoritas proyek strategis nasional Bendungan Bulango Ulu sepakat terkait penggunaan jalan dan keselamatan warga di tengah pengerjaan.
Salah satu poin dari perjanjian tersebut adalah penertiban mobil yang melaju ugal-ugalan dan pengaturan debu di jalan.
Namun, kesepakatan tersebut tampaknya mulai pudar, meninggalkan masalah-masalah baru bagi warga setempat, Sabtu (03/8/2024).
Meskipun ada janji untuk menindak tegas kendaraan yang melintas di area pemukiman dan menyiram jalan untuk mengurangi debu, kenyataannya masalah ini belum teratasi.
Baca juga: Warga Desa Kopi Bone Bolango Keluhkan Jalan Berdebu Menuju Jembatan Irigasi Lomaya Gorontalo
Imran, salah satu warga Desa Kopi, mengungkapkan kekhawatirannya terkait mobil-mobil pribadi yang diduga milik petinggi perusahaan.
"Mobil-mobil petinggi sering melaju dengan kecepatan tinggi di sini, padahal banyak anak-anak bermain di jalan," keluhnya pada Sabtu (3/8/2024).
Ia mengusulkan agar jalan di Desa Kopi ditutup selama seminggu untuk mengatasi masalah ini.
"Kalau hanya membuat perjanjian itu percuma saja, sebaiknya jalan ditutup selama dua minggu," tegasnya.
Baca juga: Tanggul Banjir Desa Mohungo Mulai Dikerjakan, Warga Boalemo Gorontalo Ekpresikan Rasa Senang
Imran juga menambahkan bahwa saat ini mobil-mobil yang sering melaju di area tersebut adalah mobil-mobil dinas, sedangkan truk-truk proyek sudah jarang terlihat.
"Plat-plat merah juga sering melintas di sini, sementara truk sudah jarang," ujarnya.
Imran juga melaporkan bahwa keempat anaknya kini menderita influenza, yang diduga akibat debu dari jalan yang tidak disiram.
"Anak-anak saya sakit semua karena debu yang bertebaran," tambahnya.
Senada dengan keluhan Imran, Omo juga melaporkan masalah yang dihadapinya.
"Kaca rumah saya sering terkena serpihan batu dan hampir mengenai kepala saya," ungkapnya.
Omo menambahkan bahwa mereka telah beberapa kali menutup jalan karena kesal dengan mobil yang melaju di area pemukiman.