Jumat, 6 Maret 2026

Gorontalo Terkini

Kesepakatan Terabaikan, Warga Desa Kopi Gorontalo Keluhkan Jalan Berdebu dan Mobil Ugal-Ugalan

Namun, kesepakatan tersebut tampaknya mulai pudar, meninggalkan masalah-masalah baru bagi warga setempat, Sabtu (03/8/2024). 

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kesepakatan Terabaikan, Warga Desa Kopi Gorontalo Keluhkan Jalan Berdebu dan Mobil Ugal-Ugalan
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
Jalan Desa Kopi, Bone Bolango Gorontalo. Ini merupakan desa yang dilewati jika menuju lokasi proyek Bendungan Bulango Ulu, Sabtu (03/8/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Otoritas proyek strategis nasional Bendungan Bulango Ulu sepakat terkait penggunaan jalan dan keselamatan warga di tengah pengerjaan. 

Salah satu poin dari perjanjian tersebut adalah penertiban mobil yang melaju ugal-ugalan dan pengaturan debu di jalan.

Namun, kesepakatan tersebut tampaknya mulai pudar, meninggalkan masalah-masalah baru bagi warga setempat, Sabtu (03/8/2024). 

Meskipun ada janji untuk menindak tegas kendaraan yang melintas di area pemukiman dan menyiram jalan untuk mengurangi debu, kenyataannya masalah ini belum teratasi.

Baca juga: Warga Desa Kopi Bone Bolango Keluhkan Jalan Berdebu Menuju Jembatan Irigasi Lomaya Gorontalo

Imran, salah satu warga Desa Kopi, mengungkapkan kekhawatirannya terkait mobil-mobil pribadi yang diduga milik petinggi perusahaan.

"Mobil-mobil petinggi sering melaju dengan kecepatan tinggi di sini, padahal banyak anak-anak bermain di jalan," keluhnya pada Sabtu (3/8/2024).

Ia mengusulkan agar jalan di Desa Kopi ditutup selama seminggu untuk mengatasi masalah ini.

"Kalau hanya membuat perjanjian itu percuma saja, sebaiknya jalan ditutup selama dua minggu," tegasnya.

Baca juga: Tanggul Banjir Desa Mohungo Mulai Dikerjakan, Warga Boalemo Gorontalo Ekpresikan Rasa Senang

Imran juga menambahkan bahwa saat ini mobil-mobil yang sering melaju di area tersebut adalah mobil-mobil dinas, sedangkan truk-truk proyek sudah jarang terlihat.

"Plat-plat merah juga sering melintas di sini, sementara truk sudah jarang," ujarnya.

Imran juga melaporkan bahwa keempat anaknya kini menderita influenza, yang diduga akibat debu dari jalan yang tidak disiram.

"Anak-anak saya sakit semua karena debu yang bertebaran," tambahnya.

Senada dengan keluhan Imran, Omo juga melaporkan masalah yang dihadapinya.

"Kaca rumah saya sering terkena serpihan batu dan hampir mengenai kepala saya," ungkapnya.

Omo menambahkan bahwa mereka telah beberapa kali menutup jalan karena kesal dengan mobil yang melaju di area pemukiman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved