Berita Kota Gorontalo
Tampang Surapto dan Fikriyanto Abdulah, Pelaku Penikaman di Kelurahan Tamalate Gorontalo
Surapto alias Ato (27) dan Fikriyanto Abdulah alias Iki (23) diringkus Polresta Gorontalo Kota.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wajah-dua-pemuda-Kota-Gorontalo-pelaku-penganiayaan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Surapto alias Ato (27) dan Fikriyanto Abdulah alias Iki (23) diringkus Polresta Gorontalo Kota.
Ato dan Iki menikam teman tongkrongannya pada Minggu (28/4/2024).
Insiden terjadi di Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo sekira pukul 05.30 Wita.
Korban bernama Rahmat Septiawan H Abdul itu ditusuk badik oleh pelaku.
Rahman lantas melapor ke Polsek Kota Timur.
Motif pelaku
Kapolresta Gorontalo Kota, Kombespol Ade Permana, mengungkapkan ternyata Rahmat pernah memukul Ato.
"Si korban sekarang, pernah memukul tersangka sekarang ini. Jadi pada saat minggu malam (28/7), mereka tidak sengaja ketemu," kata Kombespol Ade saat konferensi pers di Polresta Gorontalo Kota, Senin (20/7/2024).
Ade melanjutkan, dalam pertemuan itu ternyata Ato, Iki, dan Rahmat sempat bersalaman dan masuk ke indekos.
Saat keluar dari Indekos ternyata Iki dan Ato langsung menganiaya Rahmat.
Rahmat sempat lari dari indekos itu. Namun ia berhasil dikejar Rahmat dan ditikam.
Rupanya setelah ditelusuri, ketiga orang itu sempat meminum minuman keras (miras) bersama.
Pasca penikaman, Ato langsung melarikan diri (kabur) ke Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.
Dua bulan pelarian, Ato tertangkap.
"Namun kami berhasil tangkap oleh Polres di Sulawesi Utara, tepatnya Kota Manado," tuturnya.
Tak lama kemudian, Iki menyerahkan diri dan mengaku sebagai pelaku di Polresta Gorontalo Kota.
Baca juga: BREAKING NEWS: Oknum Pegawai Disnakertrans Gorontalo Utara Diduga Tipu Warga Rp9,1 Miliar
Ade Permana menerangkan bahwa Ato menusuk Rahmat sebanyak lima kali.
"Untuk barang bukti masih kita dalam pencarian ya alat yang digunakan. Tapi dari bukti visum, kita sudah periksa juga sudah memunuhi untuk kita tetapkan sebagai tersangka," terangnya.
Menurut Ade Permana, Ato mengaku pernah ditahan karena perkara pembunuhan.
"Pernah salah satu tersangka ini merupakan residivis kasus pembunuhan. Semua berawal dari minuman keras," tandasnya. [*]
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.