Minggu, 8 Maret 2026

Tambang Suwawa Gorontalo

Tambang Suwawa Ditutup, Pemerintah Provinsi Gorontalo Diminta Segera Beri Solusi

Ketua Lembaga Pengawas Pemerintah Provinsi Gorontalo (LP3-G), Deno Djarai, buka suara soal penutupan tambang emas ilegal di Suwawa Timur

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Tambang Suwawa Ditutup, Pemerintah Provinsi Gorontalo Diminta Segera Beri Solusi
Dok Deno Djarai
Ketua LP3-G, Deno Djarai (Kiri) bersama dengan Anggota DPRD Bone Bolango terpilih Yakub Tangahu (tengah) saat menyuarakan soal tambang di depan BNPB dan Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa - Ketua Lembaga Pengawas Pemerintah Provinsi Gorontalo (LP3-G), Deno Djarai, buka suara soal penutupan tambang emas ilegal di Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango.

Ia mendukung kebijakan pemerintah tersebut.

Menurut Deno, pihaknya menunggu kebijakan pemerintah pusat.

Keselamatan para penambang disebut sangat penting. Hanya saja pemerintah diminta segera memberikan solusi.

"Saya mendukung kebijakan pemerintah untuk menghentikan sementara, karena takutnya longsor susulan datang," ungkapnya Kepada TribunGorontalo.com, Selasa (23/7/2024) pagi.

"Tapi saya harap pemerintah harus segera melahirkan solusi, karena ini masalah perut warga, banyak yang bergantung di tambang ini," tambahnya.

Lebih lanjut, Deno mengajak para penambang saat ini turut mendukung kebijakan pemerintah daerah Bone Bolango.

Deno ingin para penambang memahami situasi pemerintah untuk upaya legalisasi tambang emas di Suwawa Timur itu.

"Kita lebih baik bersabar dulu. Sambil menunggu evaluasi pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, ini hanya dihentikan sementara untuk dilanjutkan beraktivitas kembali," jelasnya.

Saat ini, Deno mengaku telah membuat langkah konkret terkait tambang emas di Suwawa Timur. Ia menemui sejumlah tokoh termasuk Polda Gorontalo.

Baca juga: BREAKING NEWS: Oknum Pegawai Disnakertrans Gorontalo Utara Diduga Tipu Warga Rp9,1 Miliar

Sementara itu, anggota DPRD Bone Bolango terpilih, Yakub Tangahu juga mengemukakan hal serupa.

Yakub berharap para penambang bersabar dan mendukung kebijakan pemerintah.

"Saya pikir baiknya bersabar dulu, karena ini sementara diusahakan oleh pemerintah. Kami juga akan mengawal proses usaha pemerintah," ungkap dia.

Ia menyebut Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad, tengah berusaha menganggarkan dana Rp3,1 triliun.

"Kita sudah membahas ini dengan BNPB, Pak Fadel meminta agar kita mengupayakan kembalinya kerusakan lingkungan di Bone Bolango," tuturnya.

Ia ingin kondisi di lapangan semakin membaik dan para penambang bisa kembali beraktivitas tanpa harus khawatir.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mengupayakan legalitas tambang emas di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur Gorontalo.

Hal itu terungkap dalam pembahasan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor Bupati Bone Bolango, Rabu (17/7/2024) sore

Wakil Ketua DPRD Bone Bolango, Azan Piola, mengatakan kondisi tambang emas di Suwawa Timur itu bukan hanya tugas Pemkab Bone Bolango.

"Bukan hanya kabupaten atau juga provinsi, sehingga pemerintah pusat dengan adanya bencana ini bisa memberi ruang pertambangan kita di Bone Bolango," ungkapnya seusai rapat Forkopimda.

Lebih lanjut, Azan menyebut proses legalitas tambang emas di Suwawa Timur itu akan berjenjang.

"Ini akan dibicarakan berjenjang baik di tingkat provinsi dan pusat," jelasnya.

Saat ini, Forkopimda Bone Bolango telah memutuskan untuk memperjuangkan legalitas tambang emas di Suwawa Timur.

Namun Pemkab Bone Bolango akan melakukan sterilisasi para penambang. Hal itu seiring ditutupnya tambang emas ilegal untuk sementara.

Ia meminta para penambang paham kebijakan pemerintah daerah tersebut.

"Belum bisa diprediksi (sampai kapan akan ditutup). Menunggu waktu yang tepat, sementara ini kita berjuang," tuturnya.

Selain itu TNI/Polri akan melakukan pengawasan kepada para siapapun mencoba memasuki kawasan pertambangan. [*]

 

(TribunGorontalo.com/Arianto)

 

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved