Banjir di Kabupaten Gorontalo
Rumput Sulit Dicari karena Banjir, Ishak Polinggala Jadikan Batang Pisang sebagai Pakan Sapi
Ishak Polinggala kesulitan mencari rumput saat banjir melanda Kota Gorontalo.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Ishak-Polinggala-saat-menyiapkan-pakan-ternak-sapi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ishak Polinggala kesulitan memberi makan ternak saat banjir melanda Kabupaten Gorontalo Gorontalo.
Warga Desa Tilote, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, itu menyebut dirinya terpaksa menjadikan batang pisang sebagai pakan sapi miliknya.
Saat ini banjir di Kecamatan Tilango belum surut sepenuhnya. Sehingga ia sulit menemukan rumput.
"Sudah dua minggu makan ini terus, banjir lama surut, rumput tidak ada," kata Ishak kepada TribunGorontalo.com di sela-sela mengatur pakan bagi ternaknya, Rabu (17/7/2024).
Batang pisang itu dicincang menjadi ukuran kecil-kecil supaya sapi mudah mengunahnya.
Ishak menghilangkan getah dari batang pisang itu. Caranya, potongan batang pisang dicampur tepung jagung.
"Kalau tidak ada tepung jagung bisa pakai tepung padi, penting ada campurannya," jelasnya.
Untuk satu ekor sapi, Ishak memberi 50 cm batang pisang sekali makan. Tergantung diameter batang-batang pisang.
Pohon pisang dipilih Ishak karena mudah ditemukan di pekarangan rumahnya.
Ishak memiliki tiga ekor sapi, sehingga satu pohon pisang hanya dapat dikonsumsi dalam sekali makan.
Satu-satunya kekhawatiran Ishak adalah pohon pisang miliknya sudah menipis sedangkan banjir tidak kunjung surut.
Ishak pun menceritakan detik-detik sebelum banjir terjadi.
Baca juga: 200 Pengungsi di Kantor Camat Tilango Gorontalo Kekurangan Air Minum dan Darurat Ruang Sanitasi
Awal mula banjir di Kecamatan Tilango, Ishak bergegas menyelamatkan barang-barang berharga miliknya, termasuk sapi ternak.
"Sudah ada perasaan bakal banjir. Saya selamatkan barang-barang, sapinya saya bawa ke atas (dataran tinggi)," imbuhnya.
Sampai saat ini, Ishak memilih tetap berada di tempat pengungsian. Ia hanya pulang ke rumah ketika menyiapkan pakan ternak.
"Semoga airnya cepat suruh, supaya sapi-sapi kampung ini makan rumput lagi," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/Fernandes)
Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya